Kamis, 29/01/2015

BTN Menjadi Integrator Mengatasi Kelangkaan Rumah

-jktproperty.com
Share on: 444 Views
BTN Menjadi Integrator Mengatasi Kelangkaan Rumah
Foto: Ilustrasi
BTN SEBAGAI INTEGRATOR: Sebagai pemain utama dalam pembiayaan perumahan nasional, Bank BTN telah memberikan masukan dalam mengatasi problematika perumahan nasional. Masalahnya memang cukup kompleks dan perlu campur tangan pemerintah untuk mengatasinya. Permasalahan utama menyangkut masalah supply seperti lahan dan infrastruktur, pasokan bahan bangunan dan peraturan menyangkut pembangunan perumahan itu sendiri. Kemudian menyangkut masalah kepemilikan rumah seperti penghasilan masyarakat yang terbatas, kesiapan dukungan dana dari perbankan yang umumnya didukung oleh dana jangka pendek. Penyediaan dana jangka panjang oleh pasar modal sampai dengan saat ini di Indonesia belum tersedia.

JAKARTA, jktproperty.com – Bank BTN menjadi integrator stakeholder strategis dalam permasalahan kelangkaan perumahan di Indonesia. Pemerintahan Jokowi-JK telah memberikan aspirasi untuk melakukan percepatan penyelesaian backlog perumahan nasional melalui program sejuta rumah untuk rakyat. Bank BTN akan diberikan peran sentral dalam pelaksanaan program perumahan nasional yang diperuntukkan bagi rakyat di Indonesia.

“Kami siap untuk menjadi motor dalam menggerakkan program rumah bagi masyarakat. Ini adalah program pemerintah dan menjadi tugas mulia bagi kami untuk merealisasikannya,” ujar Direktur Utama Bank BTN usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan oleh DPP REI di Jakarta, Kamis 29 Januari 2015.

Ada dua peran utama Bank BTN mengapa diharapkan dapat menjadi motor dalam merealisasikan program sejuta rumah ini. Pertama, Bank BTN sebagai lembaga pembiayaan yang menyediakan lending products kepada seluruh pihak terkait pembangunan perumahan, baik dari sisi supply maupun demand. Kedua, Bank BTN sebagai inisiator dan integrator kerjasama antar institusi dalam meningkatkan supply rumah.

“Wapres meminta agar Bank BTN menjadi pemeran utama dalam pelaksanaan program penyediaan perumahan nasional, seperti program perumahan bagi buruh di dekat kawasan industri. Konsepnya sudah dilakukan pembicaraan bersama tim wapres. Jadi pemerintah akan lebih fokus bagaimana membiayai rumah-rumah khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini lebih besar lagi,” tambah Maryono.

Sebagai pemain utama dalam pembiayaan perumahan nasional, Bank BTN telah memberikan masukan dalam mengatasi problematika perumahan nasional. Masalahnya memang cukup kompleks dan perlu campur tangan pemerintah untuk mengatasinya. Permasalahan utama menyangkut masalah supply seperti lahan dan infrastruktur, pasokan bahan bangunan dan peraturan menyangkut pembangunan perumahan itu sendiri. Kemudian menyangkut masalah kepemilikan rumah seperti penghasilan masyarakat yang terbatas, kesiapan dukungan dana dari perbankan yang umumnya didukung oleh dana jangka pendek. Penyediaan dana jangka panjang oleh pasar modal sampai dengan saat ini di Indonesia belum tersedia.

Diperlukan intervensi pemerintah untuk meningkatkan kapasitas supply perumahan, khususnya perumahan murah. Disamping itu intervensi pemerintah juga diperlukan untuk memastikan ketersediaan pembiayaan perumahan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Jadi tetap untuk mengatasi problematika perumahan nasional kuncinya ada pada political will pemerintah,” tegas Maryono.

Dia menambahkan ada banyak opsi yang dapat dilakukan oleh pemerintah. Misalkan pemerintah memberikan PMN dalam rangka program sejuta rumah untuk rakyat kepada Bank BTN. Atau juga dapat dilakukan dengan cara penempatan dana seperti BPJS, Taspen, Bapertarum PNS, LPDP, dan sejenisnya untuk mendukung program pemerintah untuk rumah rakyat. Bisa juga dengan mekanisme pinjaman off shore dari World Bank, JICA, ADB, dan sejenisnya untuk mendukung tersedianya dana murah dari luar negeri.

Memang idealnya Bank BTN diberikan kewenangan untuk mengelola bagaimana program rumah rakyat dapat berjalan dengan dukungan penuh dari pemerintah. Tentu saja tetap dibawah koordinasi Kementrian PU dan Perumahan Rakyat. Ketersediaan perumahan merupakan salah satu elemen kesejahteraan masyarakat sesuai amanah UUD 1945 dan program pemerintah Nawacita (9 agenda perubahan untuk Indonesia).

Fokus Membiayai Perumahan

Selama ini kami telah memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah dalam penyediaan rumah nasional. Dan kami akan tetap memberikan komitemn untuk itu. Sebagai bank fokus perumahan ada 4 kompetensi yang dimiliki oleh Bank BTN dan tidak dimiliki oleh bank lainnya. Kami berpengalaman menangani KPR massal yang didukung oleh network pengembang di seluruh Indonesia dengan brand awareness yang tinggi di mata masyarakat Indonesia dan didukung oleh jaringan yang sangat luas. “Bank BTN akan tetap fokus pada bisnis pembiayaan perumahan,” katanya.

Bank BTN masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar total KPR sebesar 24%. Sedangkan untuk segmen KPR subsidi, peran Bank BTN sangat dominan dengan menguasai pangsa pasar lebih dari 95% dari total penyaluran FLPP tahun 2011, 2012 dan 2013. Total KPR bersubsidi yang sudah disalurkan Bank BTN sejak 1976 sd 2014 berjumlah sekitar Rp60 triliun yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 2,6 juta masyarakat Indonesia. Sementara khusus untuk program FLPP, sejak program ini dijalankan tahun 2010 sd 2014 telah direalisasikan rumah lebih dari 368.000 unit dengan total kredit mencapai lebih dari Rp25 triliun. Khusus FLPP tahun 2014 kami melampaui target pemerintah 58.000 unit dan terealisasi 93.000 unit dengan jumlah kredit lebih dari Rp7,9 triliun. (EKA)