Kamis, 16/10/2014

BTN Launch Housing Finance Center untuk Solusi Pembiayaan Perumahan

-jktproperty.com
Share on: 546 Views
BTN <em>Launch</em> Housing Finance Center untuk Solusi Pembiayaan Perumahan
Foto: jktproperty.com
SOLUSI PERUMAHAN: Housing Finance Center yang dibentuk BTN akan menjadi pengelola pusat pembelajaraan perbankan dan riset perumahan yang profesional dan terkemuka di Indonesia.

JAKARTA, jktproperty.com – Bank Tabungan Negara (BTN) hari ini me-launch Housing Finance Center (HFC) sebagai salah satu terobosan yang dilakukan bank ‘plat merah’ ini dalam mengatasi masalah perumahan di Indonesia, khususnya yang menyangkut pembiayaan perumahan (housing finance).

Menurut Dirut PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono, BTN HFC diharapkan bisa menjadi motor penggerak dan pusat referensi properti di Indonesia. “Sebagai leader pembiayaan perumahan di Indonesia, kami ingin agar BTN HFC menjadi motor penggerak dan pusat referensi properti di Indonesia,” katanya saat meresmikan pembentukan BTN HFC di Jakarta.

Dia mengatakan BTN HFC akan menjadi pengelola pusat pembelajaraan perbankan dan riset perumahan yang profesional dan terkemuka di Indonesia. BTN HFC akan menjadi sumber inspirasi para pelaku bisnis di bidang pembiayaan perumahan. Menjawab kebutuhan bisnis pembiayaan perumahan apakah itu dari dunia perbankan ataupun para pelaku pembangunan perumahan, BTN HFC adalah tempatnya. Ini akan menjadi pusat menjawab kebutuhan masalah perumahan di Indonesia.

“BTN HFC akan menjadi salah satu solusi permasalahan perumahan di Indonesia. Ini merupakan komitmen Bank BTN untuk terus berinovasi dan tetap fokus menjadi bank terkemuka dalam pembiayaan perumahan di Indonesia,” tambah Maryono.

Maryono menjelaskan ketimpangan perumahan di Indonesia terjadi di sisi supply dan demand. Tingginya permintaan tidak berbanding lurus dengan ketersediaan rumah. Faktor penyebabnya juga beragam. Mulai dari keterbatasan lahan, kebijakan yang kurang efektif, kemampuan pelaku usaha, serta mahalnya pasokan bahan baku menjadi aspek yang menghambat penyediaan rumah.

Dari sisi permintaan, faktor pembiayaan yang terbatas menjadi kendala utama. Walaupun banyak bank-bank di Indonesia menawarkan produk KPR, tetapi umumnya berbiaya tinggi karena tidak didukung oleh dana jangka panjang. Bank BTN telah memilki pengalaman mengelola bisnis KPR dengan dana pendamping berjangka panjang.

“Situasi inilah yang menjadi alasan perlunya lembaga yang secara terus-menerus menjembatani ketidaksesuaian di atas. Melalui HFC, Bank BTN berusaha menjadi integrator pemangku kepentingan perumahan. Dari sisi demand misalnya, kami punya produk-produk seperti KPR. Dari sisi supply, kami menyediakan fasilitas pinjaman seperti kredit lahan dan sebagainya. Dengan HFC, kami merambah riset dan advisory di bidang perumahan,” katanya.

Kompetensi dan Sepesialisasi

Ke depan BTN HFC akan bertransformasi menjadi lembaga yang memiliki kompetensi besar dengan spesialisasi yang kuat. BTN HFC dalam implementasinya nanti akan memiliki 3 fungsi utama yaitu Learning Center, Research Center dan Advisory Center. Ketiga fungsi ini akan direalisasikan setahap demi setahap dan dijadwalkan dalam kurun waktu 3 tahun dapat diselesaikan secara sempurna.

Learning Center akan menjadi pusat edukasi perbankan dan pembiayaan perumahan Indonesia dengan berbagai bentuk program pelatihan seperti seminar, workshop dan short course yang bersertifikasi serta online subscription sebagai portal ilmu pengetahuan. Research Center merupakan pusat informasi dan inovasi perbankan dan pembiayaan perumahan Indonesia dengan berbagai program riset terkait pasar, pelaku usaha, serta trend industri perumahan. Dari kegiatan riset yang sudah dilakukan dan teruji kebenarannya akan dimasukkan dalam “BTN Housing Index” yang menjadi pusat data terkait dengan bisnis properti .

BTN Housing Index akan memperkuat posisi Bank BTN sebagai bank yang fokus dalam pembiayaan perumahan. Disamping itu BTN Housing Index akan menjadi sumber informasi bagi para pelaku bisnis dan masyarakat dalam pengambilan keputusan untuk membeli atau menjual unit property di Indonesia.

Sementara Advisory Center merupakan pusat konsultasi properti dan pembiayaan perumahan yang membantu melakukan analisa perumusan kebijakan dan regulasi bagi pemerintah serta mengadakan jasa konsultasi dengan pelaku industri.

Lebih lanjut Maryono mengatakan Bank BTN akan tetap fokus pada bisnis pembiayaan perumahan. Potensi perumahan masih sangat besar dan Bank BTN sebagai bank fokus dapat memiliki portofolio pembiayaan perumahan hingga 85%. Sementara bank umum terkendala regulasi karena portofolio mereka maksimal hanya 20% di KPR. Sedangkan Bank BTN adalah bank khusus, jadi tidak dibatasi. Karena potensi bisnis dan perannya yang sangat besar, Bank BTN akan menjadi besar sebagai Mortgage Bank di Indonesia.

Bank BTN masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar total KPR sebesar 24%. Sedangkan untuk segmen KPR subsidi, peran Bank BTN sangat dominan dengan menguasai pangsa pasar lebih dari 95% dari total penyaluran FLPP tahun 2011, 2012 dan 2013. Secara kumulatif, Bank BTN telah memberikan KPR kepada lebih dari 3.500.000 orang di seluruh Indonesia. Jika masing-masing rumah dihuni rata-rata 5 orang, maka KPR Bank BTN telah dinikmati oleh 15.000.000 lebih masyarakat Indonesia. (DHP)