Kamis, 08/11/2018

BTN Incar Rp1 Triliun dari Pembiayaan Perumahaan Pengemudi Blue Bird

-jktproperty.com
Share on: Facebook 85 Views
BTN Incar Rp1 Triliun dari Pembiayaan Perumahaan Pengemudi Blue Bird
KERJA SAMA BTN-BLUE BIRD: Bank BTN memberikan fasilitas pembiayaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) kepada pengemudi dan karyawan perusahaan taksi Blue Bird. Program pembiayaan perumahan ini meliputi KPR subsidi dan KPR non subsidi.

JAKARTA, jktproperty.com – Bank BTN memberikan fasilitas pembiayaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) kepada pengemudi dan karyawan perusahaan taksi Blue Bird. Program pembiayaan perumahan ini meliputi KPR subsidi dan KPR non subsidi.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, pihaknya memberikan KPR subsidi dengan plafon kredit senilai harga rumah subsidi berkisar antara Rp 120 juta hingga Rp 148,5 juta. Adapun uang muka atau down payment (DP) dimulai dari 1 persen dari harga jual yang ditawarkan atau sekitar Rp 1 juta.

“Potensi KPR subsidi dan non subsidi yang bisa mengalir dari kerja sama ini 07sekitar Rp 1 triliun,” tuturnya di Kantor Pusat Blue Bird, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (7/11).

Direktur Utama Blue Bird, Purnomo Prawiro menyatakan, kerja sama ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan bagi pengemudi dan karyawan perseroan dalam memiliki rumah pribadi.

“Kami merasa bangga dapat bekerja sama dengan Bank BTN sebagai salah satu industri perbankan Indonesia dalam memfasilitasi sektor perumahan dan jasa layanan keuangan keluarga” ujarnya.

Sebagai informasi, pada tahap awal, fasilitas KPR itu terbuka bagi para pengemudi dan karyawan Blue Bird di area Jakarta Bogor Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Potensi yang dibidik Bank BTN dari kurang lebih 27.000 karyawan maupun pengemudi Blue Bird adalah sekitar 7.000 orang di area Jabodetabek.

Untuk mendapatkan kemudahan mengakses KPR Subsidi, pengemudi /karyawan Bluebird berusia mulai dari 21 tahun, dan telah bekerja sebagai pegawai Bluebird minimal 1 tahun. Selain itu, Bank BTN menetapkan aturan umum bagi pemohon KPR Subsidi diantaranya berpenghasilan Rp 4 juta untuk rumah tapak, dan Rp 7 juta untuk rumah susun, belum memiliki rumah, dan belum pernah menerima subsidi dari pemerintah, serta terdaftar Dukcapil dan lain sebagainya. Salah satu keunggulan dari program KPR Bersubsidi Bank BTN adalah suku bunga yang rendah dan cicilan ringan, serta fixed rate sebesar 5 persen sepanjang waktu kredit.

Sementara untuk KPR Non Subsidi, suku bunga kredit yang ditawarkan adalah sebesar 8,25 persen (fixed) untuk 2 atau 3 tahun dengan uang muka mulai dari 5 persen. Adapun KPR jenis ini berlaku untuk karyawan Bluebird yang memiliki pendapatan tetap dan berusia mulai dari 21 tahun dengan status karyawan tetap dan telah bekerja minimal 1 tahun.

“Intinya dengan kerja sama ini, Bluebird dan Bank BTN berupaya memudahkan proses persetujuan kredit dan mempercepat proses pengajuan KPR karena dilakukan melalui kelembagaan secara kolektif,” kata Purnomo.

Jika tahap awal sukses, Bank BTN dan Blue Bird ke depannya berencana membuka pendaftaran fasilitas KPR BTN subsidi maupun non subsidi bagi seluruh karyawan maupun pengemudi di seluruh wilayah Indonesia. (PIT)