Senin, 11/09/2017

“BTN Golden Property Awards 2017”, Wujud Apresiasi BTN pada Pengembang

-jktproperty.com
Share on: 3436 Views
“BTN Golden Property Awards 2017”, Wujud Apresiasi BTN pada Pengembang
Foto: Humas Bank BTN
BTN PROPERTY AWARDS 2017: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dan Indonesia Property Watch (IPW) menggelar “BTN Golden Property Awards 2017” sebagai bentuk penghargaan kepada para pelaku bisnis properti di tanah air. Penghargaan tersebut dipersembahkan kepada para insan properti dan pengembang yang berkinerja positif dan menjaga momentum pertumbuhan bisnis properti di Tanah Air, termasuk mengawal program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dan Indonesia Property Watch (IPW) menggelar “BTN Golden Property Awards 2017” sebagai bentuk penghargaan kepada para pelaku bisnis properti di tanah air. Penghargaan tersebut dipersembahkan kepada para insan properti dan pengembang yang berkinerja positif dan menjaga momentum pertumbuhan bisnis properti di Tanah Air, termasuk mengawal program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.

“Optimisme untuk menjaga momentum pertumbuhan properti tahun ini sangat memerlukan peranan para pengembang yang peduli terhadap tingginya kebutuhan properti terutama untuk kelas menengah ke bawah,” kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono di Jakarta, Senin (11/9).

Oleh karena itu, pada “BTN Golden Property Awards 2017” perseroan memfokuskan pada kontribusi pelaku segmen menengah bawah dalam mendukung pertumbuhan pasar perumahan nasional dengan memberikan penghargaan bagi pengembang rumah subsidi. Maryono menambahkan, BTN sebagai bank penyalur KPR terbesar, menilai peran pengembang sangat strategis untuk mengurangi backlog kepemilikan perumahan yang masih tinggi atau di kisaran 11,38 juta rumah.

Dari angka tersebut, backlog untuk masyarakat MBR mencapai 10 juta kepala keluarga. Untuk mendorong sekaligus mengapresiasi pengembang dalam program sejuta rumah, Bank BTN memberikan penghargaan khusus bagi pengembang yang memiliki kinerja terbaik berdasarkan sejumlah aspek, di antaranya realisasi KPR sepanjang tahun 2016, kualitas kredit dan kecakapan administratif.

“Bank BTN mengambil peran sebagai integrator dari program sejuta rumah, kami tidak hanya membantu dari sisi demand, tapi juga menjaga sisi pasokan dari pengembang,” tambahnya.

Terbukti dengan kolaborasi yang produktif antara perbankan dan pengembang, pernyaluran KPR dan KPA mulai menanjak pada bulan Juli lalu. Berdasarkan Analisis Uang Beredar M2 yang dirilis Bank Indonesia, pertumbuhan kredit properti bulan Juli sebesar 13,9% naik dibandingkan bulan Juni yang hanya sebesar 12,1%. Pun minat pembelian rumah juga tetap terjaga, hal ini terlihat dari hasil IPEX yang membukukan potensi kredit Rp8,36 triliun lebih tinggi dari target awal.

“Adapun pada Januari hingga semester I, Bank BTN telah menyalurkan KPR dan dukungan pembiayaan perumahan sebanyak lebih dari 370 ribu unit atau sebesar Rp39 Triliun atau 56% dari target perseroan tahun ini sebanyak 666 ribu unit. Kebijakan pemerintah ikut mendorong percepatan program sejuta rumah dan menjaga momentum pertumbuhan properti, mulai dari kemudahan perizinan ke pengembang rumah subsidi, relaksasi aset terhadap pinjaman atau Loan to Value, turunnya bunga acuan dan besarnya anggaran subsidi KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Maryono. (PIT)