Rabu, 19/06/2013

BTN Gandeng Duta Putra Fasilitasi Kredit Properti

-jktproperty.com
Share on: 742 Views
BTN Gandeng Duta Putra Fasilitasi Kredit Properti

JAKARTA, jktproperty.com: PT Bank Tabungan Negara Tbk menggandeng Grup Duta Putra Land dalam hal penyaluran kredit properti. Tak hanya kredit konstruksi, BTN juga memberikan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) kepada masyarakat yang membeli produk properti Duta Putra Land Group.

Menurut Direktur Bank BTN Mansyur Nasution, bentuk kerja sama yang dijalin meliputi penyediaan fasilitas kredit pembangunan properti (kredit konstruksi), KPR dan KPA. “Kami mulai intensif menjalin hubungan bisnis dengan berbagai pihak. Sebelumnya BTN dikenal market share-nya dominan untuk KPR bersubsidi,” katanya seusai penandatanganan MoU BTN dengan Grup Duta Putra Land di Jakarta.

Dia mengatakan melalui kerjasama tersebut, Bank BTN akan aktif pada jenis KPR lain dan diharapkan dapat meningkatkan volume layanan bisnis perbankan saat ini. Penyaluran kredit properti Bank BTN hingga Mei 2013 telah mencapai Rp15 triliun, sementara target tahun ini dipatok Rp28 triliun. “Selain kredit properti komersial, BTN tetap konsisten mendukung program perumahan nasional dan mendukung program pembiayaan perumahan rakyat,” kata Mansyur.

Sementara itu Direktur Bank BTN Irman A. Zahiruddin menargetkan penyaluran kredit kepada Duta Putra Land Group bisa mencapai Rp1 triliun untuk berbagai jenis produk properti. Dia mengatakan plafon suku bunga KPR Bank BTN yang berlaku saat ini adalah 7,49% untuk rumah di atas harga Rp250 juta, dan 9,75% untuk harga rumah sampai dengan Rp250 juta. “BTN akan memberikan penawaran menarik melalui kerja sama ini,” kata Irman.

Sementara itu di tempat yang sama Direktur Utama Duta Putra Land Herman Soedarsono mengaku telah bekerja sama dengan Bank BTN sejak lama. Saat ini, jelasnya, terdapat 12 proyek pengembangan perumahan dan real estat yang tersebar di wilayah Jabodetabek, yang dikembangkan oleh 6 anak perusahaan. “Kami secara berkelanjutan terus melakukan pengembangan pada seluruh proyek yang ada,” katanya.

Sebagian besar proyek, kata Herman, atau sekitar 70% merupakan proyek perumahan. “Sisanya merupakan apartemen dan perkantoran. Adapun target pasar didomonasi oleh masyarakat kelompok menengah-bawah, sebanyak 70%. Sementara 20% kelompok menengah, dan 10% kelompok atas,” tandasnya. (EKA)