Selasa, 22/07/2014

BTN Eksekutor Terbesar Program Pemerintah Bidang Perumahan

-jktproperty.com
Share on: 546 Views
BTN Eksekutor Terbesar Program Pemerintah Bidang Perumahan
Foto: Koran Jakarta/M. Fachri
PAPARAN KINERJA: Direktur Utama Bank BTN Maryono (dua dari kiri) berbincang dengan Direktur Retail & Funding Distribution Irman Alvian Zahiruddin (kiri), Direktur Mortgage & Consumer Landing Mansyur S Nasution (dua dari kanan), dan Direktur Treasury & Asset Management Iman Nugroho Soeko (kanan) sebelum memulai paparan kinerja semester I 2014 di Jakarta, Senin (21/7). BTN mencatatkan pencapaian dana pihak ketiga sebesar 22,61%atau Rp101,34 triliun dibandingkan posisi yang sama tahun 2013 sebesar Rp82,656 triliun.

JAKARTA, jktproperty.com – Bank BTN menyatakan komitmennya untuk tetap menyalurkan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah atau subsidi.

Dirut Bank BTN Maryono mengatakan perseroan yang dipimpinnya akan tetap menjadi eksekutor terbesar untuk program pemerintah di bidang perumahan.

“Ini karena track record Bank BTN selama ini telah membuktikan sepanjang sejarah kebijakan pemerintah tentang program rumah rakyat, Bank BTN selalu menjadi pemimpin dengan kontribusi lebih dari 95%. Ini sejarah dan fakta yang tidak bisa dipungkiri karena telah terbukti dan bermanfaat bagi rakyat banyak,” ujarnyasaat diskusi dan acara buka puasa bersama jajaran direksi Bank BTN dengan media di Jakarta kemarin.

Menurut dia, Bank BTN akan tetap fokus pada pembiayaan perumahan, termasuk pembiayaan perumahan non-subsidi untuk memperkuat posisi sebagai market leader KPR. Termasuk pengembangan kredit non-perumahan ber-margin tinggi secara selektif.

Komposisi KPR bersubsidi per 30 Juni 2014 sebesar 34,11% atau Rp31,174 triliun naik dibandingkan posisi yang sama tahun 2013 sebesar 29,50% atau Rp26,966 triliun. Sementara untuk KPR non subsidi sebesar 46,12% atau Rp42,155 triliun naik dari posisi yang sama tahun 2013 sebesar 37,79% atau Rp34,539 triliun. Kredit selebihnya tersalur untuk mendukung konstruksi sebesar 14,22% atau Rp12,995 triliun dan sisanya 8,26% untuk kredit terkait perumahan sebesar Rp7,456 triliun.

Selain itu, Maryono mengatakan keberadaan Bank BTN sebagai housing bank atau bank perumahan merupakan tuntutan konsolidasi perbankan. Bank BTN sejak awal berdiri telah didesain pemerintah sebagai bank perumahan. Ini dapat dilihat dari bisnis utamanya yang diharapkan mendukung program pemerintah dalam bidang perumahan nasional.

“Padahal nama Bank BTN sejak lahir adalah Bank Tabungan Negara. Tetapi core business-nya adalah pembiayaan perumahan,” tuturnya.

Sejak awal berdiri Bank BTN memang sudah dikondisikan seperti sekarang. Bank BTN selalu menjadi andalan pemerintah untuk pemenuhan rumah rakyat. Oleh karena itu dalam business plan perseroaan sangat jelas bahwa Bank BTN fokus pada bisnis housing bank. “Kami sudah siap dengan seluruh infrastruktur, SDM dan teknologi untuk mendukung bisnis sebagai housing bank,” tegas Maryono. (DHP)