Kamis, 14/08/2014

BTN Dukung Pembiayaan 500 Rumah Pekerja di Karawang

-jktproperty.com
Share on: 1040 Views
BTN Dukung Pembiayaan 500 Rumah Pekerja di Karawang
Foto: Ilustrasi perumahan pekerja.
KOMITMEN BTN: Bank BTN tetap memberikan komitmen untuk mendukung pembiayaan perumahan bagi pekerja perusahaan anggota BPJS. Setelah sebelumnya dibangun proyek yang sama di wilayah Serang sebanyak 1.000 unit, saat ini di wilayah Karawang akan dibangun 500 unit rumah. Ini adalah bagian dari rencana BTN membiayai perumahan karyawan di lima kota, yakni Karawang, Serang, Palembang, Semarang dan Surabaya.

JAKARTA, jktproperty.com – Bank BTN tetap memberikan komitmen untuk mendukung pembiayaan perumahan bagi pekerja perusahaan anggota BPJS. Setelah sebelumnya dibangun proyek yang sama di wilayah Serang sebanyak 1.000 unit, saat ini di wilayah Karawang akan dibangun 500 unit rumah. Ini adalah bagian dari rencana BTN membiayai perumahan karyawan di lima kota, yakni Karawang, Serang, Palembang, Semarang dan Surabaya.

“Kami sudah menyiapkan pendanaan untuk mendukung pembangunan perumahan bagi pekerja di wilayah Karawang. Ini merupakan komitmen Bank BTN dan kami siap memberikan dukungan pembiayaannya,” ujar Direktur Bank BTN ¬†Mansyur S. Nasution usai peresmian pembangunan perumahan pekerja BPJS Ketenagakerjaan Villa Karawangi di Karawang, Jabar, hari ini.

Menurut dia, permintaan rumah untuk pekerja perusahaan anggota BPJS terus mengalami peningkatan dan itu merupakan potensi bagi Bank BTN untuk meningkatkan ekspansi kreditnya. “Proyek perumahan pekerja di Karawang ini merupakan proyek lanjutan dari sebelumnya yang sudah dibangun di Serang. Di Karawang akan dibangun lebih dari 500 unit rumah sederhana tapak yang dibangun oleh PT.Sinar Mukti Langgeng selaku pengembang,” katanya.

Dari 500 lebih unit rumah yang direncanakan dibangun pada lokasi tersebut, telah dibangun 210 unit dengan progress penyelesaian fisik bangunan antara 20%-100%. Diperkirakan pembangunan serta realisasi KPR Sejahtera FLPP dan PUMP-KB BPJS Ketenagakerjaan untuk 500 unit rumah dapat diselesaikan pada akhir tahun 2014.

Program perumahan pekerja atau program housing benefit ini disiapkan sebagai fasilitas perumahan yang diberikan untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dukungan terhadap program ini sekaligus merupakan komitmen Bank BTN dalam pembiayaan perumahan.

Kerjasama Bank BTN dengan BPJS Ketenagakerjaan dimulai sejak tahun 2006 dengan Program Perumahan Bagi Peserta Jamsostek melalui Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat Jamsostek (KPRSHJ), Kredit Pemilikan Rumah Jamsostek (KPRJ), Kredit Kontruksi Jamsostek (KKJ). Tahun 2008 kerjasama tersebut berubah menjadi Pinjaman Uang Muka (PUMP-KB). Sampai dengan Juni 2014 telah dikucurkan kredit sekitar Rp.500 Milyar yang diperuntukkan bagi sekitar 26.190 unit.

Mansyur menegaskan Bank BTN akan tetap fokus pada bisnis pembiayaan perumahan. Potensi perumahan masih sangat besar dan Bank BTN sebagai bank fokus dapat memiliki portfolio pembiayaan perumahan hingga 85%. Sementara bank umum terkendala regulasi karena portofolio mereka maksimal hanya 20% di KPR. Sedangkan Bank BTN adalah bank khusus, jadi tidak dibatasi. Karena potensi bisnis dan perannya yang sangat besar, Bank BTN akan menjadi besar sebagai Mortgage Bank di Indonesia. Bank BTN sudah mempunyai pengalaman hampir 40 tahun menjalankan bisnis pembiayaan perumahan di Indonesia. Selama ini, Bank BTN yang mengeksekusi program rumah rakyat melalui skim FLPP meski itu ditawarkan ke semua bank. Sebanyak 95% kredit rumah subsidi disalurkan BTN.

Sejak 1976 sampai dengan Juni 2014 Bank BTN telah menyalurkan KPR Subsidi Rp 54,8 Triliun. Fasilitas kredit ini setidaknya telah dinikmati oleh lebih dari 2.500.000 masyarakat Indonesia. Sementara khusus untuk skim FLPP yang dimulai sejak Oktober 2010, Bank BTN masih mendominasi 95 persen lebih dalam memberikan dukungan pembiayaan. (LEO)