Rabu, 25/06/2014

BTN dan KPK Kerjasama Cegah Praktik Gratifikasi

-jktproperty.com
Share on: 673 Views
BTN dan KPK Kerjasama Cegah Praktik Gratifikasi
Foto: Dok. Bank BTN
BTN CEGAH GRATIFIKASI: Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono (kiri) menyerahkan drop box pelaporan gratifikasi kepada Direktur Utama BTN Maryono (kanan) seusai penandatanganan komitmen kerja sama dengan KPK dalam rangka pengendalian gratifikasi di lingkungan perbankan di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Rabu (25/6).

JAKARTA, jktproperty.com – Guna meningkatkan good corporate governance di lingkungan perusahaan dan memberikan jaminan kepada masyarakat tentang bisnis yang bersih, utamanya kepada nasabah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menjalin kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Dirut Bank BTN Maryono, bisnis perbankan adalah bisnis kepercayaan dan penerapan good corporate governance menjadi kata kuncinya. “Good corporate governance di semua lini sangat terkait dengan trust, kepercayaan masyarakat kepada perbankan. Makanya kami melihat kerjasama dengan KPK amat penting terutama untuk mencegah gratifikasi di lingkungan perusahaan,” katanya

Dia mengatakan hal itu usai penandatanganan komitmen  dengan KPK tentang pengendalian gratifikasi di lingkungan perbankan. Komitmen dan sosialisasi penerapan pengendalian gratifikasi itu ditandatangani Dirut Bank BTN Maryono dan Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono, yang disaksikan seluruh Kepala Cabang BTN, Kepala Wilayah BTN, Kepala Divisi BTN, dan karyawan BTN.

Maryono menambahkan Bank BTN bertekad menjalankan good corporate governance sesuai dengan pilar-pilar yang telah ditetapkan pada semua lini. Semangat untuk menjalakan GCG secara lebih serius itulah yang mendorong Bank BTN merangkul KPK dalam mencegah praktik gratifikasi dan suap di linkungan Bank BTN.

KPK akan membantu Bank BTN mengimplementasikan sistem pengendalian gratifikasi di lingkungan kerja Bank BTN. Melalui sistem ini akan disiapkan perangkat dan mekanisme dalam pengendalian praktik gratifikasi yang dibangun  dan dikembangkan oleh bank secara berkesinambungan.

Sistem itulah  yang akan menjaga integritas seluruh pegawai dari praktik penerimaan dan pemberian gratifikasi yang dianggap sebagai suap. “Kami perlu KPK mengawal bagaimana itu dapat diimplementasikan di lingkungan kerja Bank BTN,” tambah Maryono.

Kerjasama dengan KPK, demikian Maryono, bukan sekadar lips service. “Ini adalah hal serius yang kami lakukan  untuk mendukung Indonesia bersih dari korupsi. Kami ingin keluarga Bank BTN memulai itu. Pertama tentu akan ada program sosialisasi kepada seluruh unsur di lingkungan kerja Bank BTN,” katanya.

Setelah program sosialisasi dilakukan, semua pejabat dan pegawai Bank BTN tanpa kecuali akan menandatangani komitmen penerapan pengendalian gratifikasi. KPK akan mendampingi selama proses asistensi, konsultasi dan memberikan saran perbaikan selama program berlangsung.

“Sama sekali tidak ada paksaan dalam menjalankan program ini. Kami direksi dan seluruh jajaran Bank BTN menjalankan ini sebagai panggilan tugas. Inilah bentuk komitmen yang dapat kami berikan kepada masyarakat khususnya nasabah Bank BTN. Kami bisa melakukannya dan kami akan memberikan yang terbaik untuk nasabah,” tambah Maryono.

Rencana Bisnis BTN 2014

Bank BTN telah mempunyai rencana bisnis tahun 2014. Perseroan mempunyai rencana agar kredit dapat bertumbuh antara 15%-17%. Potensi kredit untuk bertumbuh cukup terbuka lebar dan Bank BTN akan memanfaatkan itu. Tahun 2013 Bank BTN memimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan porsi 24% meninggalkan bank-bank lain yang berbisnis pada bidang yang sama. Kami berharap perseroan dapat memperbaiki posisi ini pada tahun 2014 dengan porsi menjadi lebih besar dari tahun lalu.

Perseroan juga berencana dana pihak ketiga pada periode yang sama akan tumbuh sekitar 19%-21%. Asset akan tumbuh di kisaran 16%-18%. Sementara CAR, NPL, BOPO diperkirakan akan berada pada kisaran masing-masing 16%, 3% dan 80%. Perseroan akan tetap menjaga likuditas dalam kondisi sangat aman dengan target laba, NIM masing-masing akan tumbuh sekitar 20%-25% dan 5,5%.

Dengan asumsi pertumbuhan asset, kredit, dana pihak ketiga Bank BTN sesuai target, maka dalam kurun waktu 5 tahun perseroan akan berada pada posisi ke 7 bank terbesar di Indonesia, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata  sekitar 25%-30%. Ini merupakan tujuan dari perjalanan transformasi yang saat ini sedang dijalankan Bank BTN.

Ada beberapa langkah strategis yang akan dilakukan perseroan dalam rangka mencapai  posisi itu. Bank BTN akan tetap fokus pada pembiayaan perumahan dengan memperkuat posisi sebagai market leader KPR. Termasuk pengembangan kredit non perumahan ber-margin tinggi secara selektif.  Disamping itu akan tetap dilakukan perbaikan kualitas kredit dengan membentuk unit Consumer Collection & Remedial dan Asset Management Division yang bertugas khusus untuk menangani perbaikan kredit perseroan.

Perseroan akan berupaya untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru, seperti pengembangan bisnis wealth management, treasury trading, trade finance, remitansi dan card business untuk mendorong peningkatan fee based income. Bank BTN tetap berencana membentuk anak usaha di bidang asuransi atau multifinance yang berkaitan dengan bisnis inti perusahaan.

Bank BTN akan terus mengejar pertumbuhan pendanaan secara lebih agresif dari pertumbuhan kredit dengan bertumpu pada peningkatan dana murah berjangka panjang. Ini menjadi perhatian manajemen agar bagaimana tersedia dana jangka panjang berbiaya murah untuk mendukung pembiayaan KPR, sehingga cost of fund dapat ditekan rendah agar suku bunga dapat terus bersaing di pasar, jelas Maryono.

Bank BTN juga akan meningkatkan kualitas SDM agar berdaya saing tinggi dengan kompetensi pada bisnis utama perseroan. Sejalan dengan itu akan dilakukan perbaikan manajemen kredit dan collection serta memperkuat pemanfaatan MIS di berbagai level organisasi dalam rangka mendukung proses bisnis dan operasional.

Berdasarkan laporan keuangan  per 31 Maret 2014  Bank BTN membukukan aset sebesar Rp134 triliun atau tumbuh 14% dari posisi yang sama tahun 2013 yang sebesar Rp120 triliun. Sementara dari sisi kredit dan Pembiayaan tumbuh 20,24% dari Rp85 Triliun pada tahun 2013 menjadi Rp103  Triliun.

Dana Pihak Ketiga Perseroan pada posisi yang sama tumbuh dari Rp87 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp102  triliun pada tahun 2014. Dana phak ketiga Bank BTN pada tahun 2014 pertumbuhannya mencapai 17,44% atau lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan perbankan.

Meningkatnya jumlah kredit dan pembiayaan yang disalurkan dan pengelolaan dana pihak ketiga pada Triwulan I 2014  membentuk laba bersih Bank BTN menjadi sebesar Rp341 miliar dengan secondary reserve perseroan yang mencapai sekitar Rp8  triliun hingga Rp12 triliun.

Kinerja perseroan triwulan I 2014  masih menunjukkan konsistensi Bank BTN pada core business dalam pembiayaan industri perumahan. Porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan share 87,25 % dari total kredit yang disalurkan selama triwulan I 2014 sebesar Rp89,8  Triliun. Sementara sisanya yang sebesar 12,75% atau sebesar Rp13,111 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan. (EKA)