Kamis, 19/04/2012

BTN Biayai KPR Rumah Menengah Atas dengan Bunga KPR Lebih Murah

-jktproperty.com
Share on: 471 Views
BTN Biayai KPR Rumah Menengah Atas dengan Bunga KPR Lebih Murah

JAKARTA: Bank Tabungan Negara mengungkapkan akan memperluas segmen kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah menengah atas dengan harga minimal Rp250 juta dan bunga KPR yang lebih murah.

Dirut PT Bank Tabungan Negara Tbk Iqbal Latanro mengatakan tahun ini BTN berkomitmen memperluas segmen pasar KPR-nya dengan ‘bermain’ di KPR untuk rumah kelas menengah atas.

“Kami serius menggarap pasar ini [rumah menengah atas], yakni untuk rumah yang harganya di atas Rp250 juta. Untuk KPR rumah menengah atas ini BTN memberikan bunga KPR lebih murah,” ujarnya usai RUPS Bank BTN di Jakarta hari ini.

Iqbal mengatakan untuk KPR senilai lebih dari Rp250 juta, BTN memberikan bunga 7,49% fix selama dua tahun, sementara tahun berikutnya menyesuaikan bunga pasar ditambah 1%. Sedangkan untuk KPR senilai kurang dari Rp250 juta ditawarkan bunga KPR sebesar 9,75% fix selama dua tahun. Sebagai gambaran rata-rata suku bunga dasar kredit KPR perbankan saat ini berada di kisaran 10%-12% per tahun. Selain BTN hanya beberapa bank yang mematok tarif bunga KPR di bawah angka 10%, yakni BCA (7,50%); HSBC (8,75%); Standard Chartered Bank (8,72%); dan Bank Jatim (9,08%).

Selain perumahan, demikian Iqbal, BTN juga akan gencar mendanai kredit pemilikan apartemen (KPA). “Kita akan fokus ke sana mulai tahun ini,” ungkapnya.

Perluasan segmen KPR BTN tersebut terkait dengan dikuranginya kuota rumah yang dibiayai dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 2012. BTN secara nasional tahun ini hanya mendapatkan jatah 16.000 unit rumah dari tahun sebelumnya yang sempat tembus 127.000 unit rumah.

Aksi Korporasi

Menyinggung soal aksi korporasi yang disepakati dalam RUPS hari ini, Iqbal menyatakan BTN sudah mengagendakan tiga aksi korporasi meliputi pelepasan saham baru (right issue), penawaran umum obligasi berkelanjutan serta menerbitkan sekuritisasi aset Kontrak Investasi Kolektif-Efek Beragun Aset (KIK EBA) dengan total mencapai Rp5 triliun.

“Yang pertama kami lakukan adalah penerbitan obligasi. Pekan depan perseroan siap menawarkan surat utang sekitar Rp2 triliun. Obligasi ini menjadi bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan total Rp 4 triliun. Minggu depan kita beauty contest,” ujarnya.

Sementara Direktur Keuangan dan Treasury BTN Saud Pardede mengatakan obligasi Rp2 triliun bertujuan sebagai dana ekspansi dan pelunasan surat utang yang jatuh tempo. “Surat utang yang jatuh tempo ada tapi kecil sekitar Rp650 miliar, sisanya akan dipakai untuk ekspansi,” katanya.

Selama 2011 BTN mencatatkan laba sebesar Rp1,1 triliun atau naik 37,3% dibandingkan laba 2010 yang sebesar Rp805 miliar. Pendapatan bunga bersih perseroan selama 2011 tercatat Rp3,67 triliun atau naik dibandingkan 2010 sebesar Rp3,2 triliun. Sementara kontribusi pendapatan operasional selain bunga tercatat sebesar Rp1,36 triliun. Sementara beban operasional selain bunga tercatat Rp3,47 triliun. Laba operasional BTN tercatat Rp1,56 triliun. Di mana rugi nonoperasional mencapai Rp31,8 miliar, sehingga laba tahun berjalan tercatat Rp1,5 triliun. Di sisi lain, total aset perseroan juga mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni sebesar 30% atau menjadi Rp89,25 triliun dari 2010 sebesar Rp68,334 triliun. (DHP)