Rabu, 08/07/2015

BTN Akui Perizinan Jadi Kendala Program Sejuta Rumah

-jktproperty.com
Share on: 1039 Views
BTN Akui Perizinan Jadi Kendala Program Sejuta Rumah
Foto: Ilustrasi
KENDALA PERIZINAN: Meskipun terkendala masalah perizinan Bank BTN optimistis target pembangunan sejuta rumah akan terealisasi. Sampai dengan Juni 2015 telah terserap sekitar 480.000 unit rumah yang terdiri dari 336.000 unit subsidi dan 144.000 unit non subsidi. 80.549 diantaranya telah proses akad kredit. 18.881 sudah proses SP3K. 11.880 proses analisa. Sementara yang potensi sudah mencapai 368.690.

JAKARTA, jktproperty.com – Dirut Bank BTN Maryono mengakui masalah perizinan menjadi kendala dalam program pembangunan sejuta rumah yang dicaangkan pemerintah yang berdampak pada harga rumah.

“Namun kami yakin masalah perizinan ini akan bisa diselesaikan secepatnya dan target pembangunan sejuta rumah akan terpenuhi. Sejauh ini kami yakin bahwa pasar merespon sangat positif tentang program satu juta rumah ini,” katanya saat acara buka puasa bersama Bank BTN dengan media di Jakarta hari ini.

Maryono mengatakan dengan program 5 SIAP yang diterapkan oleh Bank BTN dalam mendukung program satu juta rumah, Bank BTN yakin akan dapat memenuhi daripada target yang ditetapkan oleh pemerintah dalam program tersebut. “Kami sudah siap baik itu dari sisi SDM, teknologi, Proses bisnis, pendanaan dan suplai rumah. Seluruh potensi yang ada tengah kami siapkan untuk mendukung program satu juta rumah,” tuturnya.

Sampai dengan Juni 2015 telah terserap sekitar 480.000 unit rumah yang terdiri dari 336.000 unit subsidi dan 144.000 unit non subsidi. 80.549 diantaranya telah proses akad kredit. 18.881 sudah proses SP3K. 11.880 proses analisa. Sementara yang potensi sudah mencapai 368.690.

Melalui berbagai aksi korporasi dan peningkatan kualitas infrastruktur bisnis yang dilakukan perseroan, manajemen Bank BTN optimistis mampu mendukung pembiayaan program sejuta rumah, sekaligus menopang kinerja perseroan. Ini adalah komitmen Bank BTN, sebagai bank milik negara, memberikan dukungan bagi suksesnya program pemerintah sekaligus mewujudkan hak asasi seluruh warga negara Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pokoknya akan sebuah rumah yang layak dengan cara mudah, cepat dan murah. (EKA)