Jumat, 07/12/2018

BTN Akan Bangun Ekosistem Industri Perumahan yang Berkualitas

-jktproperty.com
Share on: Facebook 51 Views
BTN Akan Bangun Ekosistem Industri Perumahan yang Berkualitas
Foto: Humas Bank BTN
EKOSISTEM BERKUALITAS: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung terciptanya ekosistem industri perumahan yang sehat dan berkualitas. Dengan ekosistem yang baik maka program sejuta rumah akan mencapai target yang diinginkan sehingga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) semakin mudah memiliki rumah.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung terciptanya ekosistem industri perumahan yang sehat dan berkualitas. Dengan ekosistem yang baik maka program sejuta rumah akan mencapai target yang diinginkan sehingga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) semakin mudah memiliki rumah.

Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, perseroan sebagai salah satu pendukung dari keseluruhan ekosistem industri perumahan membantu dari sisi pembiayaan. Sedangkan para pengembang membantu dari sisi penyediaan pasokan. Dan pemerintah pusat membantu dari sisi kebijakan dan pengalokasian subsidi bagi MBR.

“Penyediaan perumahan tidak hanya urusan bank sebagai penyedia pembiayaan atau pengembang sebagai supplier. Tapi itu juga butuh peran pemerintah pusat dan daerah untuk menyediakan iklim usaha yang kondusif dengan perizinan yang ramah,” ujar Maryono melalui siaran pers yang diterima jktproperty.com. Dia mengatakan hal itu di sela Global Business Summit yang diselenggarakan Asosiasi Real Estate Sedunia (FIABCI) di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12).

Menurut Maryono, melalui pembiayaan perumahan, BTN siap menjadi integrator dalam menggerakkan sektor riil. Peran BTN dalam pembiayaan perumahan telah dilakukan sejak tahun 1976. Hingga kini perseroan telah menyalurkan pembiayaan ke sektor perumahan sekitar 4,2 juta unit.

“Kami telah menjadi market leader untuk bisnis pembiayaan perumahan (KPR). Bahkan untuk KPR Bersubsidi kita mencapai 94%,” katanya.

Maryono menegaskan, jumlah pembiayaan perumahan akan terus meningkat. Tahun ini Bank BTN memiliki target pembiayaan perumahan mencapai 750.000 unit rumah. Sedangkan tahun depan, dia optimistis bisa naik menjadi 850.000 unit.  “Kebutuhan akan perumahan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan kelas menengah. Dan untuk itu peran para pengembang terus dibutuhkan,” terangnya.

Lebih lanjut, Maryono menuturkan, selain dalam upaya terus meningkatkan penyaluran KPR, Bank BTN terus mengembangkan potensi pasar yang ada dengan bergerak ke area digital. Bahkan untuk melayani segmen milenial, perseroan juga telah meluncurkan KPR milenial.

“Keterjangkauan BTN melalui outlet laku pandai, digital banking serta kerjasama dengan stakeholder tentunya akan memperkuat sumber pembiayaan,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Housing Specialis World Bank, Dao Harison mengungkapkan, dalam era digital inovasi teknologi dapat membantu menciptakan pasar baru (disruptive innovation). Teknologi ini juga diharapkan bisa mempermudah pemerintah Indonesia untuk mengembangkan rumah terjangkau bagi rakyat.

“Saya melihat dari sisi pengembangan pembiayaan, tujuan ini agar masyarakat mendapatkan rumah layak terjangkau artinya sesuai standar dan Indonesia berada di cincin api, maka diperlukan keamanan,” katanya.

Selain membantu menciptakan pasar baru, lanjut Dao, pengembangan tekonologi juga bisa membuat rumah ramah lingkungan (rumah hijau). Bank dunia juga sudah memiliki teknologi dalam pembangunan gedung agar ramah lingkungan. “Terknologi bisa membantu, bagaimana untuk bekerja, ini bukan sekedar profesi tapi juga perubahan,” tegas Dao Harison.

Berdasarkan data penyaluran KPR yang dilakukan BTN untuk MBR dalam program satu juta rumah mulai tahun 2015 terus mengalami peningkatan. Jika ditotal sejak 2015 hingga akhir September 2018, BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 2.311.421 unit senilai Rp242,918 triliun.

Jumlah tersebut terdiri dari KPR subsidi sebanyak 1.571.740 unit senilai Rp106,523 triliun dan KPR non-subsidi mencapai 739.681 unit senilai Rp136,395 triliun.

Pencapaian Program Sejuta Rumah BTN dari tahun ke tahun terus meningkat, jika pada tahun 2015 KPR yang disalurkan perseroan baru mencapai 474.099 unit senilai Rp52,452 triliun, maka tahun 2016 penyaluran KPR mengalami kenaikan signifikan menjadi 595.566 unit senilai Rp63,995 triliun. Kemudian angkanya kembali naik pada 2017 sebanyak 667.312 unit senilai Rp71,538 triliun. (EKA)