Kamis, 24/07/2014

BSD City Masih Akan Andalkan Penjualan Properti Residensial

-jktproperty.com
Share on: Facebook 703 Views
BSD City Masih Akan Andalkan Penjualan Properti Residensial
Foto: BSD City
PROPERTI RESIDENSIAL: Perseroan hingga semester I-2014 berhasil membukukan marketing sales di segmen properti residensial sebesar Rp1,97 triliun. Sedangkan pendapatan lainnya berasal dari segmen sewa, hotel dan pengelolahan lingkungan dengan kontribusi 18% atau setara Rp452.44 miliar.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Bumi Serpong Damai Tbk. masih akan terus mengandalkan perolehan marketing sales dari properti residensial. Hingga kini properti residensial memberikan kontribusi 38% terhadap total pendapatan BSD.

Keterangan tertulis BSD mengungkapkan selain dari properti residensial, 30% pendapatan BSD bersumber dari penjualan lahan dan 13% lainnya dari penjualan segmen komersial termasuk apartemen dan ruko.

Perseroan hingga semester I-2014 berhasil membukukan marketing sales di segmen properti residensial sebesar Rp1,97 triliun.

“Sedangkan pendapatan lainnya berasal dari segmen sewa, hotel dan pengelolahan lingkungan dengan kontribusi 18% atau setara Rp452.44 miliar,” demikian keterangan BSD.

Mengenai pendapatan berulang (recurring income), perseroan menyatakan perolehan sewa meningkat sebesar 27% ditopang oleh penambahan beberapa investment property seperti DP Mall, Epicentrum Walk dan Breeze Mall di BSD City. Selama semester I-2014, perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp 2,56 triliun.

Pencapaian tersebut setara pertumbuhan sebesarĀ  67,23% dibandingkan kinerja periode yang sama tahun 2013 yakni sebesar Rp 1,53 triliun.

Sebelumnya, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BSD Hermawan Wijaya mengatakan tahun ini BSD menargetkan penjualan properti naik 11% menjadi Rp6 triliun. Target digenjot dari penjualan rumah tapak, apartemen dan kondominium.

“BSD menargetkan penjualan naik 11% Rp5,4 triliun 2013 menjadi Rp6 triliun di 2014,” katanya.

Dia mengatakan target Rp6 triliun itu didapat dari penjualan hunian rumah tapak, apartemen dan kondominium dengan nilai total Rp3,1 triliun serta sektor komersial seperti perkantoran dan toko dengan nilai total Rp2,9 triliun.

“Kami menargetkan segmen redensial tetap menjadi kontributor utama penjualan dengan Rp3,1 triliun atau 52% dari total target, sementara untuk segmen komersial targetnya Rp 2,9 triliun atau 48% dari total. (PIT)