Selasa, 07/04/2015

BPJS Ketenagakerjaan Akan Beri Uang Muka Rumah Para Pekerja

-jktproperty.com
Share on: 1937 Views
BPJS Ketenagakerjaan Akan Beri Uang Muka Rumah Para Pekerja
Ilustrasi
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bekerjasama dengan pemerintah tengah merevisi Peraturan Pemerintah No.99/2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Hasil revisi itu nantinya memungkinkan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan uang muka pembelian rumah bagi para pekerja.

JAKARTA, jktproperty.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bekerjasama dengan pemerintah tengah merevisi Peraturan Pemerintah No.99/2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Hasil revisi itu nantinya memungkinkan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan uang muka pembelian rumah bagi para pekerja.

Direktur Utama BPJS Elvyn G Masassya mengatakan salah satu fokus yang direvisi dalam PP tersebut terkait peningkatan alokasi dana portofolio investasi ke sektor properti yang selama ini 5% diubah menjadi 10%-30%. Pasalnya, tahun ini BPJSTK memiliki program baru yakni penyediaan perumahan untuk pekerja.

“Revisi itu nantinya akan meningkatkan alokasi investasi langsung di properti maksimal 30% yang related dengan properti,” katanya usai rapat koordinasi perumusan Peraturan Pemerintah tentang program BPJS Ketenagakerjaan, di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta.

Revisi PP No.99/2013 itu diperlukan guna menunjang program pembangunan perumahan bagi pekerja itu agar terlaksana. Jenis perumahan yang akan dibangun yakni rumah susun sederhana sewa (rusunawa), rumah susun sederhana milik sendiri (rusunami) dan landed house. Pembangunannya, sebagian ada yang ditangani BPJSTK secara langsung dan sisanya bekerjasama dengan pihak lain.

Sementara itu Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, nantinya pekerja BPJS diberikan bantuan uang muka untuk membeli rumah yang dengan ketentuan dari BPJSKT. “Mereka [BPJS Ketenagakerjaan] minta supaya bisa mendukung perumahan buruh, presentase investasi langsung di sektor perumahan pekerja sampai 10% dan 20% lewat perbankan,” kata Sofyan.

Dengan demikian, lanjut dia, portofolio investasi di bidang perumahan bagi BPJS Ketenagakerjaan meningkat hingga 30% dari dana kelolaan yang mencapai sekira Rp200 triliun. Itu dari dana BPJS maupun perbankan atau membeli surat utang para pengembang.

“Jadi investasi BPJS Ketenagakerjaan bisa digunakan untuk membiayai pembangunan rumah pekerja. Atau pekerja diberi bantuan uang muka dan dana mereka sendiri sampai 30% untuk membangun, membeli atau kredit rumah, dan yang berhak mendapatkan itu tergantung masa kerja tertentu,” tandas Sofyan. (LEO)