Senin, 18/01/2016

Bongkar Pagar Pembatas, Pemilik Gedung Dapat Kompensasi Pajak

-jktproperty.com
Share on: 3313 Views
Bongkar Pagar Pembatas, Pemilik Gedung Dapat Kompensasi Pajak
Foto: Ilustrasi
PELEBARAN TROTOAR: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan kompensasi berupa keringanan pajak bagi pemilik gedung di sepanjang koridor Jl. Jend. Sudirman-Jl. MH Thamrin yang bersedia membongkar pagar pembatas untuk memperlebar trotoar di sepanjang jalan ini.

JAKARTA, jktproperty.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan kompensasi berupa keringanan pajak bagi pemilik gedung di sepanjang koridor Jl. Jend. Sudirman-Jl. MH Thamrin yang bersedia membongkar pagar pembatas untuk memperlebar trotoar di sepanjang jalan ini.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap para pemilik gedung di sepanjang koridor jalan tersebut mau membuka pagar pembatas. Jika pemilik gedung bersedia membuka Pemprov DKI akan membangun trotoar lebih luas dan akan memudahkan akses antargedung.

“Kami akan memberikan kompensasi berupa pengurangan pajak bumi dan bangunan (PBB). Pemilik gedung cukup bayar PBB sebatas gedungnya, jadi bisa lebih murah. Tapi tidak mengurangi lahan yang punya dia, jadi sertifikatnya tetap tidak ada pengurangan. Kalau saya tawarkan begini kan lebih menarik dan harapannya semua pemilik gedung mau ikut,” ujar pria yang akrab disapa Ahok itu di Balaikota, Senin (18/1).

Dia ingin membuat trotoar di sepanjang Jl Jend Sudirman-Thamrin menyerupai trotoar di Orchard Road Singapura. “Saat ini tengah dilakukan pendataan gedung-gedung yang sebagian lahannya digunakan untuk trotoar maupun yang mau membuka pagarnya sehingga memudahkan akses untuk masuk maupun berpindah antar gedung,” tuturnya.

Menurut Ahok perluasan trotoar ini sudah mendesak untuk diwujudkan karena kawasan Sudirman-Thamrin trotoarnya memang sudah sangat padat dengan lalu lalang orang dan ditambah yang berjualan. “Kalau trotoarnya lebar kita juga lebih mudah membuat pengaturannya dan pasti akan lebih nyaman,” katanya.

Sebelumnya Ahok mengaku telah menginstruksikan PT MRT Jakarta untuk mendesain pelebaran trotoar di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin. Pelebaran trotoar akan dibarengi dengan pembongkaran jalur lambat di sepanjang jalan itu. “Mungkin (pembongkaran jalur lambat) pertengahan tahun 2016,” katanya.

Rencananya, trotoar di jalan protokol tersebut diperlebar menjadi 9 hingga 10 meter. Basuki juga menyampaikan bahwa pelebaran trotoar ini menjadi tanggung jawab PT MRT. Sementara itu, perbaikan jalannya akan dilakukan Dinas Bina Marga DKI. “Pengembang kalau mau KLB (koefisien luas bangunan) nambah, kami minta untuk bikin gorong-gorong,” tabah Ahok.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakab bahwa perbaikan trotoar merupakan bagian dari kontrak. Sebab, banyak trotoar di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin yang menyempit akibat pembangunan MRT. Dono juga mengaku sudah meminta kontraktor PT MRT Jakarta untuk mengembalikan trotoar seperti kondisi semula. (PIT)