Selasa, 20/08/2019

BI Ungkap Minat Milenial Membeli Properti Mengalami Peningkatan

-jktproperty.com
Share on: Facebook 519 Views
BI Ungkap Minat Milenial Membeli Properti Mengalami Peningkatan
Foto: Ilustrasi
PROPERTI MILENIAL: Investasi properti sebagai pilihan investasi milenial terus meningkat dari 22% pada 2018 menjadi 24% di Juli 2019.

JAKARTA, jktproperty.com – Satu pejabat Bank Indonesia mengungkapkan kini para milenial mulai tertarik membeli rumah dalam dua belas bulan ke depan dibandingkan kelompok usia lainnya.

Direktur Deputi Apartemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Ita Rulina  mengatakan tabungan atau deposito menjadi pilihan utama investasi milenial karena memiliki tingkat likuiditas lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, pangsanya terus menurun dari 45,13% menjadi 43,93% di Juli 2019.

Di sisi lain, jenis investasi properti sebagai pilihan investasi milenial terus meningkat dari 22% pada 2018 menjadi 24% di Juli 2019. “Ketertarikan milenial terhadap investasi properti atau membeli rumah telah meningkat dibandingkan triwulan kedua tahun lalu yakni sekitar 22,84%,” ujarnya saat bicara pada acara Digital Economic Forum, Selasa (20/8).

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia, per Juli 2019, para milenial berminat berinvestasi pada properti sebanyak 24,29%, sedangkan minat berinvestasi pada emas sebanyak 18,38%, berinvestasi pada deposito sebanyak 3,86%, sedangkan ketertarikan pada saham atau reksadana paling tinggi yakni 43,93%.

Adapun rencana pembelian rumah pada 12 bulan ke depan didominasi oleh para generasi milenial yang berumur 20 tahun hingga 40 tahun yakni sebanyak 39,06%, sedangkan konsumen yang berusia 41 hingga 50 tahun sekitar 31,46% dan usia 51 hingga 60 tahun mencapai 27,60%. “Porsi kepemilikan kredit perumahan oleh usia 26 tahun hingga 35 tahun mengalami peningkatan,” ujar Ita.

Menurutnya terjadi perubahan perilaku debitur Kredit Pembayaran Rumah (KPR) di beberapa tipe yakni debitur usia muda yang saat ini mengalami peningkatan signifikan KPR untuk tipe rumah tapak 22-70 meter persegi dan rumah susun flat 22-70 meter persegi. Sementara itu, pangsa pasar KPR yang dimiliki oleh debitur usia 36-45 tahun mengalami penurunan sejak 2016. (PIT)