Kamis, 20/12/2012

BI Menilai LTV Efektif Kontrol Pertumbuhan Kredit Properti

-jktproperty.com
Share on: 518 Views
BI Menilai LTV Efektif Kontrol Pertumbuhan Kredit Properti

JAKARTA: Bank Indonesia menilai pemberlakuan aturan uang muka kredit (loan to value/LTV) maksimal 70% untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau minimal uang muka (down payment/DP) 30% untuk rumah minimal tipe 70 m2 efektif mengontrol pertumbuhan kredit properti yang ‘gila-gilaan’ ke tingkat yang lebih rendah.

Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengatakan pertumbuhan kredit properti dan kendaraan bermotor memang sangat drastis dan melampaui jenis kredit lain.

“Awal 2012 awal BI melihat ada gejala overheating pada kredit properti dan kredit kendaraan bermotor. Lalu Mei kita perketat dengan aturan LTV yang ternyata efektif mengontrol pertumbuhan kredit. Kedua jenis kredit itu trennya mulai menurun,” ujarnya.

Dia mengatakan pertumbuhan kedua jenis kredit (properti dan kendaraan bermotor) bisa mencapai 87% dan sekarang bisa diturunkan meski tergolong masih tinggi pertumbuhannya. “Jika kredit properti dan kredit kepemilikan motor ini tidak diatur pertumbuhannya, akan meningkatkan rasio kredit bermasalah perbankan maupun industri jasa pembiayaan,” kata Halim.

Sebelumnya BI mencatat outstanding penyaluran kredit properti perbankan (rupiah dan valuta asing) per Juni 2012 mencapai Rp358,42 triliun atau tumbuh 35,02% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp265,45 triliun. Dari jumlah itu, khusus pertumbuhan kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR dan KPA) melonjak 42,12%. Data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) BI terbaru menyebutkan, kredit properti untuk KPR dan KPA per Juni 2012 tercatat sebesar Rp220,62 triliun, sementara periode yang sama tahun lalu tercatat Rp155,23 triliun.

Bila pertumbuhan kredit ini tidak dikontrol maka dikhawatirkan terjadi overheating. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama, pertumbuhan total kredit bank umum hanya 25,95%, yakni menjadi Rp 2.470,38 triliun atau meningkat dari Rp1.961,38 triliun pada Bank Indonesia (BI) mencatat, outstanding penyaluran kredit properti perbankan (rupiah dan valuta asing) per Juni 2012 mencapai Rp 358,42 triliun, tumbuh 35,02% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 265,45 triliun. Dari jumlah tersebut, khusus pertumbuhan kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR dan KPA) melonjak 42,12%. (PIT)