Jumat, 24/04/2015

Bentuk Perusahaan Joint Venture, Timah Ekspansi ke Properti

-jktproperty.com
Share on: 2106 Views
Bentuk Perusahaan <em>Joint Venture</em>, Timah Ekspansi ke Properti
Foto: Ilustasi
TIMAH EKSPANSI KE PROPERTI: PT Timah (Persero) Tbk. serius melakukan langkah ekspansi ke bisnis properti dengan akan membentuk perusahaan joint venture dengan menggandeng dua perusahaan BUMN.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Timah (Persero) Tbk. serius melakukan langkah ekspansi ke bisnis properti dengan akan membentuk perusahaan joint venture dengan menggandeng dua perusahaan BUMN lainnya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT Wijaya Karya (Wika/Persero) Tbk. yang sebelumnya telah lebih dulu bermain di bisnis properti.

Menurut Dirtut PT Timah (Persero) Tbk. Sukrisno saat paparan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, semula porsi kepemilikan PT Timah di perusahaan joint venture itu adalah 40%, sementara Adhi dan Wika masing-masing 30%.

“Tapi sekarang kepemilikan kami mayoritas, yakni sebesar 51%, sementara Adhi dan Wika 24,5%. Perusahaan joint venture ini akan dibentuk Mei 2015 dan proses penggarapan propertinya mulai Juni-Juli 2015,” ujar Sukrisno.

PT Timah memiliki lahan yang akan dikembangkan untuk property seluas 176 hektar di Bekasi. Tahap pertama akan dikembangkan perumahan (landed house) seluas 40 hektar dengan investasi Rp150 miliar. PT Timah juga akan membangun rumah sakit di Pangkal Pinang bekerja sama dengan Pertamina Medika. Perusahaan ini mulai melirik bisnis properti karena bisnis utamanya, yaitu timah harganya terus merosot.

“Strategi untuk mempertahankan eksistensi perusahaan salah satunya dengan memperkuat bisnis non timah. Kontribusi bisnis non timah akan digenjot dari sebelumnya 5% menjadi 25%,” Sukrisno menambahkan.

Ia menjelaskan, kendati masuk ke sektor properti bukan berarti PT Timah tetap akan fokus pada bisnis. Properti hanya untuk menggenjot pendapatan perusahaan. “Kami menargetkan pendapatan tahun ini sebesar Rp10 triliun dengan laba bersih Rp1 triliun, porsi dari timah akan berkurang menjadi 75% dari total pendapatan,” katanya.

PT Timah sebagai Perusahaan Perseroan didirikan tanggal 02 Agustus 1976, dan merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pertambangan timah dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1995. PT Timah merupakan produsen dan eksportir logam timah, dan memiliki segmen usaha penambangan timah terintegrasi mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan hingga pemasaran.

Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi juga bidang pertambangan, perindustrian, perdagangan, pengangkutan dan jasa. Kegiatan utama perusahaan adalah sebagai perusahaan induk yang melakukan kegiatan operasi penambangan timah dan melakukan jasa pemasaran kepada kelompok usaha mereka. Perusahaan memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak dibidang perbengkelan dan galangan kapal, jasa rekayasa teknik, penambangan timah, jasa konsultasi dan penelitian pertambangan serta penambangan non timah. Perusahaan berdomisili di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung dan memiliki wilayah operasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Riau, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara serta Cilegon, Banten. (PIT)