Senin, 22/06/2015

Batas Maksimal Harga Rumah Murah Belum Stimuli Pengembang

-jktproperty.com
Share on: 1485 Views
Batas Maksimal Harga Rumah Murah Belum Stimuli Pengembang
Dok. DPP REI
RUMAH MURAH: Real Estate Indonesia (REI) mengungkapkan kenaikan batas maksimal harga rumah sebesar 5% yang bisa menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) beum bisa menstimulus pengembang untuk membangun rumah murah di Indonesia.

JAKARTA, jktproperty.com – Real Estate Indonesia (REI) mengungkapkan kenaikan batas maksimal harga rumah sebesar 5% yang bisa menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) beum bisa menstimulus pengembang untuk membangun rumah murah di Indonesia.

Menurut Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy, setiap tahun, batas harga rumah bersubsidi yang diseragamkan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) no.113/PMK.03/2014 tentang Batasan Rumah yang Bebas dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) memperhitungkan kenaikan sekitar 5%.

Tapi faktanya di lapangan dengan adanya inflasi, kenaikan harga tanah, dan juga biaya konstruksi membuat ongkos produksi lebih mahal, kenaikan sebesar 5% itu tidak memberikan arti apa-apa. “Batas harga maksimum rumah murah memang perlu dinaikkan, tapi kalau cuma 5% itu sama sekali tidak banyak membantu,” katanya.

REI mengajukan agar harga jual rumah sederhana tapak (RST) dipatok maksimal Rp200 juta per unit, dan rumah susun sederhahana milik (rusunami) sebesar Rp10 juta per m2. Kenaikkan di tahun berikutnya sebesar 5% ditambah inflasi tahun berjalan.

Alasannya, sambung Eddy, REI melihat kriteria dari Kementerian PU-Pera perihal masyarakat yang bisa mengakses FLPP memiliki penghasilan Rp4 juta per bulan memiliki kemampuan membeli rumah di atas harga Rp200 juta. Pasalnya, konsumen diberikan kemudahan uang muka 1%, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 5% dengan tenor 20 tahun atau skema 1:5:20.

Sebelumnya, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Maurin Sitorus mengatakan dalam dua bulan ke depan pihaknya akan menaikan batasan maksimal harga rumah FLPP sebesar 5%. (PIT)