Selasa, 24/04/2012

Baru 35% Ruang Perkantoran yang Tersewa di Ciputra World Jakarta

-jktproperty.com
Share on: 397 Views
Baru 35% Ruang Perkantoran yang Tersewa di Ciputra World Jakarta

JAKARTA: Hingga saat topping-off ruang perkantoran sewa di Ciputra World Jakarta baru terjual 35% dari total 63.000 m2 luas bangunan perkantoran di superblok ini. Sementara pihak pengembang menargetkan bangunan perkantoran sudah siap beroperasi pada Desember tahun ini.

Candra Ciputra, Presdir PT Ciputra Property Tbk mengatakan saat ini proyek perkantoran yang merupakan proyek terintegrasi dari superblok Ciputra World Jakarta (CWJ) sudah dalam tahap penyelesaian.

“Rencananya Desember 2012 perkantoran ini sudah bisa dioperasikan,” ujarnya kepada pers usai topping off proyek perkantoran CWJ di Jakarta hari ini (24/4).

Selain perkantoran, di megaproyek Grup Ciputra ini sekarang tengah dibangun pusat perbelanjaan, auditorium berkapasitas 1.200 tenpat duduk, hotel dan apartemen. “Khusus untuk perkantoran saat ini sudah ada lima tenant yang menyewa, salah satunya DBS Bank Indonesia yang menyewa sekitar 11.000 m2,” kata Artadinata Djangkar, direktur PT Ciputra Property Tbk.

Artadinata mengatakan dari 63.000 m2 perkantoran di CWJ, saat ini sekitar 35% tersewa dengan tarif Rp210.000 per m2/bulan. Bahkan harga sewa itu, demikian Artadinata, kemungkinan akan terus mengalami kenaikan seiring dengan tingginya permintaan dan terbatasnya stok ruang perkantoran Grade A di kawasan pusat bisnis Jakarta.

Riset yang dipublikasikan Jones Lang LaSalle kisaran sewa kantor tahun lalu untuk perkantoran Grade A hanya berada rata-rata di kisaran Rp154.000 per m2/bulan. Masih menurut Jones Lang LaSalle Indonesia, penyerapan ruang kantor komersial di wilayah central business district (CBD) Jakarta sepanjang 2011 mencapai rekor tertinggi dalam sejarah pasar perkantoran di Jakarta, yakni mencapai 420.000 m2.

Penyerapan sebesar itu, seperti diutarakan Kepala Riset Jones Lang LaSalle Anton Sitorus, sangat tinggi atau meningkat hingga 78% dibandingkan penyerapan selama 2010. Selain itu, tingkat hunian pada properti perkantoran di area CBD juga hampir menyentuh angka 90%, sementara suplainya khusus di CBD masih sangat terbatas. “Dalam dua tahun ke depan tampaknya landlord [pemilik gedung perkantoran] akan lebih agresif mencari uang dari sewa ruang perkantorannya,” kata Anton. (SIN)