Minggu, 15/10/2017

Bank BTN Klaim Kucurkan Rp155 Triliun untuk Program Sejuta Rumah

-jktproperty.com
Share on: 2198 Views
Bank BTN Klaim Kucurkan Rp155 Triliun untuk Program Sejuta Rumah
Foto: Humas Bank BTN
PEMBIAYAN KPR: Sebagai Bank yang fokus pada KPR, Bank BTN berperan selaku integrator dalam program sejuta rumah tersebut. Sampai dengan pertengahan tahun 2017 Bank BTN telah mengucurkan kredit lebih dari Rp155 triliun untuk mendukung pengadaan rumah rakyat lebih dari 1,44 juta unit rumah.

 

AMBARAWA, jktproperty.com – Di tengah dinamika perekonomian dalam kurun 3 tahun terakhir, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. konsisten mendukung program Nawa Cita yang diusung oleh Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, khususnya Program Sejuta Rumah. Program yang digulirkan Presiden Joko Widodo di Ungaran, Jawa Tengah 29 April 2015 silam mendapat sambutan baik dari masyarakat. Sejak program tersebut bergulir hingga pertengahan tahun ini, Bank BTN telah membiayai 1,44 juta unit rumah dengan nilai penyaluran kredit properti baik berupa KPR maupun kredit konsturksi sebesar Rp155,9 triliun.

“Kontribusi Bank BTN sebagai integrator dalam program sejuta rumah tidak hanya dalam soal akses pembiayaan bagi seluruh lapisan nasabah tapi juga dalam menyokong sisi pasokan dengan kredit kontruksi bagi para pengembang,” kata Dirut Bank BTN Maryono dalam siaran pers yang diterima jktproperty.com hari ini.

Maryono mengatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam acara dialog bertajuk “Sukses Indonesia-ku” ke-4 di Museum Kereta Api Ambarawa, Jawa Tengah, Minggu (15/10).

Dalam acara dialog yang dipandu oleh penyanyi Didi Kempot tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan, Budi Karya, sepakat mendukung keberhasilan program Sejuta Rumah yang tahun ini ditargetkan mencapai 900.000 unit rumah, baik subsidi maupun non subsidi.

Adapun tahun ini Bank BTN menargetkan penyaluran kredit konstruksi dan KPR untuk 666 ribu unit rumah hingga akhir tahun dalam rangka mendukung Program Sejuta Rumah, terdiri dari 504.122 unit untuk KPR Subsidi dan 161.878 unit untuk konstruksi rumah non-subsidi, serta penyaluran KPR non-subsidi. Sementara per September 2017, Bank BTN sudah merealisasikan KPR untuk sekitar 167 ribuan unit rumah, 130 ribuan unit di antaranya adalah KPR Subsidi. Sementara yang mengalir dalam bentuk kredit konstruksi terdistribusi untuk kurang lebih 300.000 unit rumah.

Untuk menyukseskan program Sejuta Rumah, Maryono menjelaskan perlunya sinergi dari seluruh stakeholder, baik perbankan, pemerintah pusat, daerah dan pihak pengembang. Maryono menambahkan, pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR telah banyak memberikan dukungan, diantaranya alokasi anggaran KPR subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kemudahan perizinan bagi pengembang untuk mendirikan rumah bagi MBR lewat paket kebijakan ekonomi XIII dan pelonggaran Loan To Value atau rasio kredit terhadap agunan untuk KPR.

Sementara itu untuk meningkatkan pasokan perumahan, Bank BTN juga berupaya menciptakan para calon developer lewat Housing Finance Center (HFC), HFC bermitra dengan banyak pihak, baik Institusi pendidikan formal maupun para developer lewat aneka pendidikan dan pelatihan. Dengan ITB, lewat program mini MBA in property Bank BTN telah mewisuda 1.000 orang yang siap terjun di dunia properti, sementara dengan asosiasi pengembang seperti REI dan Apersi, setidaknya lebih dari 10.000 orang yang juga siap untuk menjadi calon developer. Tahun depan, Maryono menargetkan akan lahir 1.200 developer muda yang dicetak HFC lewat program mini MBA.
“Selama pemerintahan Jokowi –JK seluruh aspek untuk mempermudah akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah ditingkatkan demi mengurangi backlog kepemilikan perumahan yang mencapai lebih dari 11,38 juta kepala keluarga,” kata Maryono.

Selain itu Bank BTN juga berinisiatif merilis produk pembiayaan perumahan bagi MBR, antara lain dengan produk KPR Mikro. KPR Mikro merupakan pembiayaan dengan plafon kredit sebesar Rp 75 juta untuk pembelian rumah, renovasi rumah dan membangun bagi para pekerja informal yang berpenghasilan tidak tetap.

“Program sejuta rumah dapat lebih sukses dengan dukungan dari Pemda untuk menyediakan lahan misalnya membuat land bank atau bank tanah dan berkoordinasi dalam hal pendataan masyarakat yang perlu mendapat dukungan subsidi,” kata Maryono.

Selain dukungan Pemda, Maryono juga berharap pada peran swasta dalam mengalokasikan lahan perusahaan untuk membangun perumahan murah bagi karyawannya dengan skema bunga rendah atau bantuan uang muka. Pola ini juga melibatkan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan skim yang sesuai bagi karyawannya, missal bantuan uang muka atau bunga rendah sehingga cukup efisien bagi perusahaan.

“Bank BTN akan memberikan dukungan yang kuat dalam program sejuta rumah dan akan lebih optimal jika semua pihak ikut berkontribusi meyukseskannya,” kata Maryono. (TIT)