Kamis, 21/05/2015

Bank BTN Ajak Pengembang Serius Garap Rumah Rakyat

-jktproperty.com
Share on: 1371 Views
Bank BTN Ajak Pengembang Serius Garap Rumah Rakyat
Foto: Ilustrasi.
SERIUS GARAP RUMAH RAKYAT: PT Bank Tabungan Negara Tbk meminta pengembang serius menjalankan program pembangunan satu juta rumah. Pihak Bank BTN mengatakan siap menyediakan dana bagi pembangunan rumah untuk rakyat, namun sampai kini belum ada gerakan yang masif dari pengembang untuk membangun rumah terkait program pemerintah tersebut.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Bank Tabungan Negara Tbk meminta pengembang serius menjalankan program pembangunan satu juta rumah. Pihak Bank BTN mengatakan siap menyediakan dana bagi pembangunan rumah untuk rakyat, namun sampai kini belum ada gerakan yang masif dari pengembang untuk membangun rumah terkait program pemerintah tersebut.

Dirut Bank BTN Maryono mengatakan program pembangunan satu juta rumah adalah program nasional yang telah diamanatkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Namun hingga saat ini belum terlihat gerakan yang masif dari pengembang untuk mengimplementasikan program tersebut.

“Dananya sudah ada, tetapi suplai rumahnya belum ada, bagaimana kami mau memberikan KPR kalau belum ada rumah yang dibiayai. Kami meminta keseriusan pengembang untuk menjalankan program pro rakyat ini,” tegas Maryono.

Dia mengatakan hal itu pada acara gathering bersama BPJS dan pengembang se-Jabodetabek dalam rangka akselerasi program satu juta rumah di Jakarta, hari ini.

Maryono mengakui memang banyak kendala dalam membangun perumahan tetapi bukan berarti pengembang tidak bisa membangun rumah. Yang terpenting, perlu ada kesungguhan dari pengembang untuk mulai melakukan pembangunan. “Pokoknya bangun saja dulu, masalah kendala nanti dicarikan solusinya. Ini program pemerintah yang diperuntukkan bagi rakyat yang harus didukung,” jelasnya.

Adanya kendala di lapangan dalam membangun rumah diakui oleh Sekjen Real Estate Indonesia (REI) Hari Raharta. Dia mengatakan pengembang sangat komit untuk menjalankan program pembangunan satu juta rumah, namun masih banyak kendala yang dihadapi. Dia mencontohkan masalah perijinan yang masih berbelit-belit terutama di daerah.

“Harusnya ada himbauan dari pemerintah pusat kepada pemerintah di daerah untuk menyukseskan program ini dengan diberikannya kemudahan dalam perijinan dan tidak sebaliknya,” paparnya.

Menurut Hari, saat ini pihaknya sedang meminta kepada pemerintah untuk memberikan keringanan dalam rangka implementasi program satu juta rumah seperti kemudahan perizinan, penghapusan pajak PPN dan juga penyediaan lahan di daerah. “Kalau ini tidak dibantu akan menghambat program yang sangat dibutuhkan oleh rakyat ini. Pemda seharusnya responsif dengan program ini,” jelas Hari.

Sementara itu, Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan Jeffry Haryadi mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang mengajukan revisi mengenai aturan investasi agar bisa menempatkan dana lebih banyak lagi ke Bank BTN dalam rangka implementasi program satu juta rumah. Saat ini maksimal penempatan dana di Bank BTN baru bisa mencapai Rp10 triliun.

“Dana investasi untuk properti kami siapkan sekitar Rp20 triliun. Tapi ini tidak semuanya bisa dialokasikan ke Bank BTN guna mendukung program satu juta rumah karena ada aturan yang membatasi,” paparnya.

Menurut Jeffry, selain menyediakan dana, BPJS Ketenagakerjaan juga membantu program satu juta rumah dengan menyediakan lahan dan juga konsumennya. “Kami sudah ada enam lahan, tiga lahan sudah ada yang siap membangun dan tiga lahan lagi masih belum. Jadi masih ada kesempatan untuk pengembang melakukan penawaran,” jelasnya.

Berbagai langkah strategis telah disiapkan dan dilaksanakan Bank BTN dalam mengakselerasi program satu juta rumah. Salah satunya adalah dengan meluncurkan program KPR dengan uang muka 1% untuk pembelian rumah susun milik (Rusunami) pada Maret 2015 dan uang muka 1% untuk pembelian rumah tapak pada bulan April 2015. Program terobosan yang pertama kali di Indonesia tersebut, bertujuan mempermudah akses kelas menengah dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), untuk memiliki tempat tinggal yang layak.

Program lain yang telah disiapkan Bank BTN dalam mempermudah kepemilikan rumah adalah dengan mengenakan suku bunga KPR Sejahtera FLPP sebesar 5%, lebih rendah dari sebelumnya 7,25%. Percepatan proses pengurusan kredit hingga persetujuan KPR dalam tiha hari kerja. Dengan suku bunga KPR Sejahtera FLPP yang rendah dan cicilan tetap hingga 20 tahun, MBR juga mendapat perlindungan asuransi jiwa dan kebakaran.

Kerja sama Bank BTN dengan BPJS Ketenagakerjaan (dahulu PT Jamsostek) dimulai sejak tahun 2006 melalui produk Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat Jamsostek (KPRSHJ), Kredit Pemilikan Rumah Jamsostek (KPRJ), Kredit Konstruksi Jamsostek (KKJ).

Pada tahun 2008, kerja sama tersebut berkembang dengan produk Pinjaman Uang Muka (PUM) atau PUMP-KB Jamsostek (Pinjaman Uang Muka Perumahan – Kerjasama Bank Jamsostek) dengan realisasi pembiayaan sampai dengan Maret 2014 sebanyak 28.488 unit rumah dengan jumlah penyaluran sebesar Rp494,7 miliar. Program tersebut masih berlanjut hingga sekarang dengan nama PUMP-KB BPJS Ketenagakerjaan, yang khusus diberikan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang memerlukan tambahan dana untuk pembayaran uang muka rumah.

Terdapat pula kerja sama berupa Program Perumahan Pekerja (Housing Benefit) bertujuan memberikan fasilitas perumahan kepada para pekerja perusahaan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pada 2014 terdapat Proyek Housing Benefit di Serang dimana ini merupakan proyek ke-2 setelah dilakukan di Karawang, Jawa Barat. Secara nasional, ditargetkan 6 (enam) proyek Housing Benefit di beberapa kota besar, yaitu Karawang, Serang, Medan, Palembang, Semarang, dan Surabaya.

Dengan dukungan pengembang dalam membangun supply rumah, Maryono optimistis dapat merealisasi program satu juta rumah. “Ini adalah komitmen Bank BTN, sebagai bank milik negara, memberikan dukungan bagi suksesnya program pemerintah sekaligus mewujudkan hak asasi seluruh warga negara Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pokoknya akan sebuah rumah yang layak dengan cara mudah, cepat dan murah,” tegasnya. (PIT)