Jumat, 03/04/2020

Bakrieland Tunda Pembangunan Nirwana Hills dan Kahuripan Nirwana

-jktproperty.com
Share on: Facebook 209 Views
Bakrieland Tunda Pembangunan Nirwana Hills dan Kahuripan Nirwana
Foto: Ilustrasi
BAKRIELAND TUNDA PROYEK: PT Bakrieland Development Tbk., memutuskan untuk menunda semua pengembangan proyeknya menyusul dampak virus corona jenis baru atau Covid-19. Proyek properti yang ditunda pengembangannya antara lain Nirwana Hills di Bogor, Jabar dan township Kahuripan Nirwana, di Sidoarjo, Jatim.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Bakrieland Development Tbk., memutuskan untuk menunda semua pengembangan proyeknya menyusul dampak virus corona jenis baru atau Covid-19. Proyek properti yang ditunda pengembangannya antara lain Nirwana Hills di Bogor, Jabar dan township Kahuripan Nirwana, di Sidoarjo, Jatim.

Sekretaris Perusahaan PT Bakrieland Development Tbk. Yudy Rizard Hakim seperti dikutip laman bisnis.com mengatakan, penundaan proyek untuk sementara waktu tersebut berlaku bagi pengembangan yang telah dikerjakan.

“Iya, semua setop. Pekerja kan pada tidak ada. Selain itu, [virus corona] membahayakan orang-orang lain yang di proyek,” katanya di Jakarta (2/4).

Yudy mengatakan bahwa semua proyek yang ditunda sementara waktu tersebut termasuk pengembangan proyek Nirwana Hills di Bogor, Jawa Barat, dan township Kahuripan Nirwana di Sidoarjo, Jawa Timur.

Hanya saja, Yudy belum menyebut sampai kapan proyek itu ditunda mengingat saat ini semua tengah fokus dalam upaya pencegahan penularan virus dengan melakukan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi para karyawan. Semua tergantung pada pemerintah hingga kapan menerapkan situasi tersebut.

Dia juga mengaku bahwa dalam ketidakpastian seperti saat ini, kemungkinan salah satu proyek yang juga terpaksa diundur dari target awal adalah Rasuna Park di Jakarta.

“Iya, [Rasuna Park juga terimbas] . Proses perizinan-perizinan kan, juga dari [Pemprov] DKI, sedangkan pada saat seperti ini semua fokus dengan [penanganan] Covid-19. Belum lagi [penerapan] WFH sedikit banyak juga memengaruhi pola komunikasi baru antara perusahaan dan calon investor atau partner serta pihak–pihak lain,” tuturnya.

Di sisi lain, Yudy mengaku bahwa yang paling terdampak dari adanya virus corona adalah kegiatan operasional dari produk mal, hotel, kondotel, pusat kebugaran, dan themepark. Semua itu terdampak karena beberapa produk dan fasilitas tersebut telah ditutup sementara atau dikurangi jam operasionalnya sejak imbauan pemerintah sekitar 2 minggu–3 minggu lalu guna mencegah penyebaran virus corona.

Dalam catatan Bisnis, produk pendapatan berulang semua itu merupakan ladang pendapatan utama berulang perusahaan yang termasuk kelompok usaha Bakrie. Kontribusi pendapatan berulang tersebut, kata Yudy, setidaknya mencapai kurang lebih 70 persen hingga 80 persen ke kas dari total pendapatan Bakrieland.

Dia mengakui bahwa pihaknya tengah dalam kondisi berat, apalagi Bakrieland berperan sebagai induk usaha yang membawahi sejumlah anak perusahaan di bidang properti. “Secara angka [kerugian] belum tahu pasti jumlahnya, nanti insyaallah [dijelaskan] pada laporan kuartal pertama 2020,” ujarnya. (***)