Rabu, 10/09/2014

Atasi Problem Perumahan Pemprov DKI Bangun 200 Menara Rusunawa

-jktproperty.com
Share on: 664 Views
Atasi Problem Perumahan Pemprov DKI Bangun 200 Menara Rusunawa
Foto: Ilustrasi
200 TOWER RUSUNAWA: Pemprov DKI akan membangun 200 menara rusunawa. Tarif sewanya ada dua kategori, Rp310.000-380.000 per bulan untuk warga umum dan Rp150.000-Rp280.000 per bulan untuk warga terprogram. Peruntukkannya pun diklasifikasikan sesuai dengan status penyewa. Untuk buruh dan pekerja bujangan disediakan tipe studio, sedangkan keluarga tipe dua kamar.

JAKARTA, jktproperty.com – Pemprov DKI Jakarta akan membangun 200 menara rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di beberapa lokasi di Jakarta sebagai upaya mengatasi problem perumahan kumuh yang kini masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ ¬†Pemprov DKI.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pihaknya hingga akhir 2014 ini akan membangun 200 menara rusunawa, dimana setiap menara akan terdiri dari 100 unit rusunawa. “Biaya pembangunannya Rp20 miliar setiap tower dan dananya bersumber dari APBD DKI,” ujarnya saat meresmikan pembangunan Rusunawa Rawa Bebek di kawasan Cakung, Jaktim, yang dibangun pengembang PT Summarecon Agung Tbk.

Jokowi yang juga presiden terpilih pada Pilpres 2014 mengatakan rusunwa diprioritaskan untuk pekerja dengan penghasilan terbatas dan warga yang tinggal di bantaran kali seperti di daerah Sunter, Muara Baru, Mampang, Manggarai dan masih banyak lagi daerah kawasan permukiman kumuh lainnya,” katanya.

Dia mengatakan selain di Rawa Bebek, proyek rusunawa juga akan dibangun di Jatinegara Kaum, Semper, Rawa Buaya dan Pinus Elok. “Tarif sewanya ada dua kategori, Rp310.000-380.000 per bulan untuk warga umum dan Rp150.000-Rp280.000 per bulan untuk warga terprogram. Peruntukkannya pun diklasifikasikan sesuai dengan status penyewa. Untuk buruh dan pekerja bujangan disediakan tipe studio, sedangkan keluarga tipe dua kamar.

Sementara itu, pihak Summarecon yang membangun rusunawa Rawa Bebek mengungkapkan¬†pembangun rusunawa tersebut merupakan kewajiban perusahaan yang berdomisili di Jakarta untuk menyediakan papan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Ini memang kewajiban pengembang. Selain kewajiban kami juga ikut serta mengakomodasi kebutuhan papan warga MBR di Jakarta serta memodernisasikan hunian vertikal di Jakarta,” kata Direktur PT Summarecon Agung Tbk. Andrianto P. Adhi usai pemancangan tiang pertama rusunawa Rawa Bebek.

Summarecon membangun 4 blok rusunawa di kawasan ini. Tiap blok rusunawa terdiri dari 6 lantai di mana satu laintainya terdapat 20 unit rumah. Adapun tanah yang dikembangkan adalah milik Pemprov DKI Jakarta seluas 17 hektar. Pembangunannya sendiri dilakukan setelah Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) nomor 2565/-1.711.534 tanggal 14 Desember 2009 keluar pekan lalu. Summarecon memiliki kewajiban membangun rusun seluas 20% dari SIPPT proyek Grand Orchard Kelapa Gading yang memiliki luas 48 hektar. (GUN)