Selasa, 16/12/2014

Arus Investasi Asia ke Indonesia Picu Pergerakkan Pasar KI

-jktproperty.com
Share on: 832 Views
Arus Investasi Asia ke Indonesia Picu Pergerakkan Pasar KI
Foto: Istimewa
PASAR KAWASAN INDUSTRI: Pasar kawasan industri di Indonesia diprediksi akan bergairah seiring dengan meningkatnya arus investasi dari Asia yang masuk ke Indonesia.

JAKARTA, jktproperty.com – Arus investasi dari Asia tahun ini dan tahun depan dipastikan akan masuk ke Indonesia dengan begitu derasnya seiring dengan akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal ini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan kawasan-kawasan industri di Indonesia.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan kondisi ekonomi dan regulasi pemerintah yang menaikkan harga BBM dan TDL, membuat sektor perumahan mengalami tekanan. Pasokan rumah murah diprediksi semakin terbatas akibat harga tanah dan biaya produksi yang semakin tinggi, sementara segmen menengah-atas pun mulai menunjukkan kejenuhan sepanjang 2014-2015. “Pergerakan justru akan terjadi dari arus modal asing yang datang ke Tanah Air. Hal ini juga dipicu oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika,” katanya.

Menurut dia, arus investasi dari Asia tahun ini mulai datang, khususnya dari Korea, Jepang, dan China. Ketika pasar ekspor diperkirakan akan naik, beberapa kawasan industri telah diincar para investor tersebut. Belum lagi tahun 2015 MEA dimulai. “Hal ini tentu akan membuat pemerintahan Jokowi-JK lebih fokus pada pembangunan infrastruktur sebagai penunjang,” katanya.

Dia mengatakan, kondisi tersebut akan mendorong bangkitnya kawasan industri . Wilayah-wilayah dengan economic base kawasan industri diperkirakan akan mengalami tren naik di 2015. “Tidak hanya sektor industri, properti komersial penunjang di wilayah tersebut pun akan ikut naik, antara lain pasar hunian untuk para ekspatriat dan pergudangan,” tutur Ali.

Dengan adanya poros industri sepanjang Pulau Jawa, pasar kawasan industri akan bergerak mulai Cikarang hingga Surabaya. Selain itu, zona-zona industri di luar Jawa, khususnya Indonesia bagian Timur, pun akan segera menjadi incaran para investor. “Bila skenario perkiraan tersebut benar, maka pergerakan siklus ini umumnya akan dilanjutkan dengan meningkatnya permintaan pasar perkantoran. Karenanya, pada 2016 diperkirakan akan terjadi market recovery, dimulai dengan peningkatan di sektor ruang perkantoran,” jelas Ali.

Harga Jual Lahan KI

Sementara itu harga jual lahan KI harga jual dan harga sewa lahan industri di wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi dan Karawang (Jabobeka) selama kuartal II-2014 diketahui terus mengalami kenaikan seiring dengan pasok lahan industri yang cenderung stagnan selama periode tersebut. Survei Properti Komersial Bank Indonesia mengungkapkan pasok lahan industri di wilayah Jabobeka cenderung stagnan, yakni hanya sebesar 6.771 hektar.

Sebagian besar pasokan merupakan kawasan industri strata title (81,5%) dan sisanya merupakan kawasan industri sewa. Sementara itu, demikian survei BI, kebutuhan lahan industri masih cukup besar sebagaimana terindikasi dari tingkat penjualan yang meningkat baik secara triwulanan (0,21%) maupun tahunan (2,32%). Demikian halnya dengan tingkat hunian lahan industri yang meningkat sebesar 0,40% (qtq) atau 1,61% (yoy).

Sejalan dengan hal tersebut, harga jual lahan industri di wilayah Jabobeka mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,47%(qtq) dan 10,83%(yoy). Di wilayah Banten, pasokan lahan industri juga belum mengalami penambahan dari periode sebelumnya sejumlah 5.463 hektar. Di sisi lain, tingkat penjualan meningkat sebesar 1,39% (qtq) atau 5,15% (yoy). Sementara itu, harga jual mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,54% (qtq), meski secara tahunan meningkat sebesar 14,75% (yoy). Penurunan harga jual terjadi pada kawasan industri di Serang-Cilegon yang dilakukan sebagai daya tarik untuk mendapatkan potensi buyer dalam transaksi yang besar. (LEO)