Rabu, 11/02/2015

Apersi: “EBA-SP Bisa Menjadi Alternatif Pembiayaan Perumahan”

-jktproperty.com
Share on: 682 Views
Apersi: “EBA-SP Bisa Menjadi Alternatif Pembiayaan Perumahan”
Ilustrasi
EBA-SP: Produk baru seperti EBA-SP bisa mendukung program pemerintah melalui pembiayaan sekunder di sektor perumahan. Produk ini juga diharapkan bisa mengatasi housing backlog perumahan di Indonesia.

JAKARTA, jktproperty.com – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menilai Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA-SP) yang diluncurkan oleh PT Sarana Multigriya Financial bisa menjadi alternatif pembiayaan perumahan di Indonesia.

Menurut Ketua Umum APERSI Eddy Ganefo, dalam acara diskusi “EBA-SP Sebagai Pilihan Pembiayaan Pemilikan Rumah dan Peluang Investasi” di Jakarta kemarin, kehadiran EBA-SP ini sangat baik sekali dan sangat membantu dalam pembiayaan perumahan di Indonesia. “Ini akan menambah opsi permodalan untuk sektor properti. Selama ini salah satu kendala pengembang dalam membangun proyek adalah soal pembiayaan,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, EBA SP ini tidak menyentuh perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. “Untuk sektor properti secara keseluruhan ya, tapi belum kepada perumahan masyarakat berpenghasilan rendah.”

Lebih lanjut dia mengharapkan kebijakan pembiayaan untuk perumahan dapat dipermudah. “Melihat kekurangan rumah atau backlog yang mencapai 13,5juta unit rumah, sebenarnya potensi pasar properti di dalam negeri masih sangat┬ábesar. Namun, kemampuan penyediaan rumah rata rata per tahun masih sangat terbatas, hanya 300.000 unit,” tuturnya.

Sebelumnya Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan produk baru seperti EBA-SP bisa mendukung program pemerintah melalui pembiayaan sekunder di sektor perumahan. Produk ini juga diharapkan bisa mengatasi housing backlog┬áperumahan di Indonesia. “EBA-SP memberi peluang bagi lembaga keuangan lainnya yang berbentuk perseroan terbatas untuk berpartisipasi dalam penerbitan SP. Dengan demikian, volume Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia bisa ditingkatkan,” katanya.

Keberadaan peraturan EBA-SP, demikian Mardiasmo, membantu perbankan dalam likuiditas dari pasar modal sebagai sumber penyediaan dana terjangkau bagi menengah ke bawah, sehingga kebutuhan rumah dapat terpenuhi. Sektor pasar modal, kata Mardiasmo, sangat penting sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Saat ini, pemerintah berupaya mendukung sektor pasar modal untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. (LEO)