Kamis, 17/07/2014

Anton Sitorus: “Pasar Properti Tunggu Gebrakan Pemerintahan Baru”

-jktproperty.com
Share on: 827 Views
Anton Sitorus: “Pasar Properti Tunggu Gebrakan Pemerintahan Baru”
Anton Sitorus

JAKARTA, jktproperty.com – Terus melambatnya pertumbuhan pasar properti nasional dalam dua kuartal pertama 2014 seiring dengan ‘tahun politik’ dimana tahun ini digelar Pileg dan Pilpres, hanya bisa diatasi dengan adanya gebrakan positif dari pemerintahan baru.

Head of Research Jones Lang LaSalle Indonesia Anton Sitorus mengatakan pasar properti dalam negeri sangat menantikan gebrakan dari pemerintahan baru. “Ada beberapa aspek penting yang memerlukan satu gebrakan agar pertumbuhan industri properti sebagai sektor padat karya dan padat modal ini tumbuh dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya saat menyampaikan Property Market Update JLL kuartal II-2014 di Jakarta, pekan ini.

Menurut dia, seperti yang diperkirakan pada periode sebelumnya, kondisi pasar properti di Jakarta secara keseluruhan masih menunjukkan gejala perlambatan sebagai pengaruh dari pertumbuhan ekonomi yang juga melambat. Selain itu, imbas dari menurunnya sentimen bisnis di sebagian kalangan yang merupakan langkah antisipasi selama tahun penyelenggaraan pemilu ini.

“Kedua faktor itu, melemahnya perekonomian dan penyelenggaraan Pilpres masih terus membayang-bayangi pertumbuhan pasar properti di Jakarta, meskipun permintaan di semua sektor masih berada di kisaran positif,” tuturnya.

Melambannya pertumbuhan properti itu bisa dilihat dari ruang sewa perkantoran di wilayah CBD, dimana pada kuartal II-2014 penyerapannya hanya di angka 21.500 m2. “Periode yang sama tahun lalu penyerapannya bisa mencapai lebih dari 100.000 m2. Sedangkan di luar CBD, penyerapannya hanya 19.600 m2 atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 38.000 m2,” kata Anton.

Dalam pandangan Anton, siapapun yang akan terpilih menjadi presiden, investor sangat mengharapkan terciptanya stabilitas di semua lini. “Pemerintahan yang baru diharapkan bisa menciptakan situasi ini agar sektor properti bisa kembali tumbuh seperti 1-2 tahun terakhir. Pasar properti akan kembali bergairah jika pemerintahan yang baru bisa menjamin dan menciptakan stabilitas di segala lini,” tandasnya. (GUN)