Senin, 13/10/2014

Amran Nukman: “Properti Kembali Normal Pasca Pelantikan Jokowi”

-jktproperty.com
Share on: 619 Views
Amran Nukman: “Properti Kembali Normal Pasca Pelantikan Jokowi”
Amran Nukman

JAKARTA, jktproperty.com – Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta Amran Nukman menilai aktivitas politik selama tahun ini, pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden (Pileg dan Pilpres), membuat sebagian besar investor properti melakukan wait and see.

“Kelompok menengah atas bahkan menunda membeli properti karena menunggu situasi politik benar-benar stabil,” katanya.

Menurut dia, pelaku bisnis properti saat ini tengah menantikan pelantikan presiden terpilih beserta wakilnya, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang akan dilangsungkan pada 20 Oktober 2014 mendatang.

“Setelah Pak Jokowi dan JK dilantik, maka ketidakpastian yang selama ini terjadi bisa segera berlalu. Investor dan pengembang pun dapat segera mengambil keputusan di sektor properti ini,” tambahnya pada diskusi yang diselenggarakan DPP REI DKI Jakarta bertema “Prospek Bisnis Properti di DKI Jakarta 2015”.

Dia mengatakan pelaku usaha sebelumnya memprediksi bahwa industri properti akan pulih pasca pilpres. “Nyatanya tidak. Industri properti nasional masih wait and see. Ternyata memang harus menunggu pelantikan. Nah, setelah presiden dan wakil presiden baru dilantik, kabinet terbentuk, kami harapkan situasinya akan kembali normal. November kita bisa tancap gas,” kata Amran.

Ditanya soal perlambatan yang terjadi di sektor properti, dia mengatakan sebenarnya investor tidak perlu khawatir, mengingat potensi industri properti nasional masih sangat besar. “Kondisi perlambatan sekarang tidak perlu dirisaukan. Seiring dengan potensi pertumbuhan dan peningkatan kebutuhan akan hunian, prospek properti di DKI Jakarta juga bakal kembali mencorong,” katnya.

Apalagi, kata dia, pembangunan proyek infrastruktur seperti MRT, Jalan Tol Lingkar Luar dan beberapa rencana pengoperasian rute baru Bus Way Ciledug-Blok M, tentu akan semakin membuat industri properti di Jakarta dan sekitarnya  ciamik. (EKA)