Kamis, 17/10/2013

Akselerasi Pasar Properti Jakarta Menunjukkan Perlambatan

-jktproperty.com
Share on: 882 Views
Akselerasi Pasar Properti Jakarta Menunjukkan Perlambatan

JAKARTA, jktproperty.com – Memasuki paruh kedua 2013 akselerasi pertumbuhan pasar properti Indonesia—khususnya pasar properti Jakarta—menunjukkan perlambatan. Hal itu diakibatkan dampak fluktuasi ekonomi yang terimbas gejolak bursa saham dan potensi kenaikan inflasi.

Selain itu, menurut Quarterly Media Briefing Kuartal III-2013 yang dipublikasikan Jones Lang LaSalle, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US dolar dan keputusan Bank Indonesia untuk menaikan suku bunga acuan, ikut menjadi faktor pemicu menurunnya tingkat permintaan pasar karena daya beli juga terpengaruh.

Perlambatan yang terjadi di pasar properti dalam kuartal III-2013 tercermin dari menurunnya volume penjualan dan kenaikan harga yang tidak setinggi periode-periode sebelumnya.

Menurut Anton Sitorus, Head of Research Jones Lang LaSalle, pertumbuhan permintaan dan kenaikan harga properti yang dipantau mulai melambat terutama memasuki pertengahan kuartal III-2013 seiring gejolak yang terjadi di bursa saham dan melonjaknya nilai US dolar yang memicu munculnya sentiment negatif khususnya di kalangan investor yang berkecimpung di sektor residential.

“Sementara itu, untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi dan prospek iklim investasi ke depan, perusahaan-perusahaan pengguna gedung kantor komersial (tenant) juga terlihat menahan rencana ekspansi mereka yang tercermin dari menurunnya volume transaksi penyewaan ruang kantor di daerah CBD Jakarta,” katanya.

Namun, meskipun terjadi perlambatan, Anton mengatakan bahwa volume permintaan pasar dan tren kenaikan harga yang terjadi masih terbilang positif bagi kinerja pelaku pasar khususnya developer dan investor. (dhp)