Selasa, 24/06/2014

Aidil Akbar: “80% Portofolio Aset Saya adalah Properti”

-jktproperty.com
Share on: 1357 Views
Aidil Akbar: “80% Portofolio Aset Saya adalah Properti”
Aidil Akbar Madjid

JAKARTA, jktproperty.com – Gelar profesi dan akademis pria bernama lengkap Aidil Akbar Madjid ini cukup bererot, MBA,MNLP,CFE,CFP,CH,CHt,RIFA,RF. Orang mengenalnya sebagai wealth planner, sebuah profesi yang merupakan gabungan dari profesi financial planner dan wealth manager, dimana biasanya seorang financial planner hanya membuat sebuah perencanaan keuangan, sementara seorang wealth manager hanya merekomendasikan produk-produk keuangan yang ada di perbankan tanpa melihat latar belakang keuangan nasabah. Nah, seorang wealth planner dapat melakukan keduanya, perencanaan dan implementasi serta konsultasi.

Baginya, investasi adalah kemutlakan. Lalu, investasi di sektor apa yang paling menarik bagi seorang Aidil Akbar? “Kalau itu yang ditanyakan ke saya, maka jawabannya properti. Sekitar 70%-80% aset saya adalah properti. Alasannya, karena investasi di properti memang menggiurkan. Selain mendapatkan rental income, kita juga memperoleh capital gain dari kenaikan harga properti,” ujarnya saat menjadi pembicara pada workshop investasi properti yang diselenggarakan Sinarmas Land Group di Jakarta kemarin (23/6).

Properti, demikian Aidil, sudah mendarah daging dalam tubuhnya. “Bahkan waktu saya mau melanjutkan studi ke AS, orangtua saya menjual rumah. Dulu kami beli rumah itu dengan harga Rp70 juta dan dijual Rp300 juta waktu saya mau sekolah ke AS. Artinya, ‘darah properti’ itu memang mengalir dalam diri saya. Dari kejadian itu saya belajar bahwa investasi di sektor properti memang sangat menguntungkan,” tutur pria kelahiran 19 Juli ini yang sudah berprofesi sebagai financial planner sejak 1994 di AS.

Masih soal investasi properti, Aidil mengaku memiliki rumah kos-kosan khusus wanita di daerah Kebon Nanas, Jakarta Timur. “Saya beli tanah itu dari Pak Haji yang mau pindah ke kampung halaman. Sekarang harganya sudah berlipat-lipat. Selain itu saya juga memperoleh pendapatan dari sewa kos-kosan,” kata Aidil.

Peraih gelar Bachelor of Business Administrations dari Loyola Marymount University di Los Angeles California, AS dengan konsentrasi di bidang business administration dan gelar Master of Business Administrations dari Woodbury University, Los Angeles, California, AS, bidang keuangan dan pasar modal ini juga bangga dengan ‘darah Betawi’ yang mengalir dalam dirinya. Ayah dan ibunya, Ir. H. Abdul Madjid Djalil, ME dan Hajj. Tuty Kusniati Madjid, perpaduan dari Jambi- Betawi-Bangka/Belitung, sejak dulu juga sudah terbiasa investasi di properti. “Orang Betawi kan begitu dulu, nggak bisa lihat tanah kosong. Langsung turun dari mobil dan tanya, mau dijual berapa tuh tanah,” kata Aidil.

Aidil melihat dalam beberapa tahun belakangan ini di Indonesia telah terjadi apa yang dinamakan ‘ledakan properti’, dimana harga-harga properti tumbuh sangat cepat. “Dibandingkan instrumen investasi lainnya, saya kira properti paling menarik. Tapi tidak semua investasi di properti bisa menghasilkan keuntungan berlipat, ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan, misalnya lokasi propertinya, akses, dan siapa pengembang yang membangun properti itu,” tutur pemegang gelar Registered Financial Consultant (RFC®) dari International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Amerika Serikat yang saat ini menjabat sebagai Ketua Asosiasi IARFC-Indonesia. (DHP)