Kamis, 17/07/2014

Adu Cepat Bangun Apartemen di Bandung Timur

-jktproperty.com
Share on: 1598 Views
Adu Cepat Bangun Apartemen di Bandung Timur
Foto: Ilustrasi
PERMINTAAN TINGGI: Permintaan apartemen di kota Bandung baik kelas rumah susun (rusun) maupun apartemen mewah tetap tinggi. Hal itu terlihat dari laris manisnya unit apartemen yang dipasarkan meski bentuk bangunan fisiknya belum jadi. Permintaan yang tinggi itu dibarengi dengan pasok yang relatif stabil sehingga membuat pasar apartemen di Bandung masih akan tetap bergairah dalam beberapa tahun ke depan.

BANDUNG, jktproperty.com – Kota Bandung tetap seksi dan memiliki magnet tersendiri untuk menarik pendatang baik sekadar berwisata atau pun menetap.Namun terbatasnya jumlah lahan untuk landed house di kota ini telah memicu pertumbuhan pembangunan apartemen dalam beberapa tahun belakangan ini.

“Secara umum prioritas konsumen di Jawa Barat memang masih memilih landed house, namun untuk kota Bandung karena lahan yang semakin terbatas, apartemen adalah pilihan yang masuk akal,” ungkap H. Yana Mulyana Soepadjo, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Barat.

Kondisi ini dimungkinkan karena kebijakan pemerintah Kota Bandung yang mendorong pembangunan apartemen di wilayah Timur Bandung. Utara Bandung diharapkan tidak ada pembangunan perumahan karena akan dipertahankan kelestarian alamnya. Di pusat kota pun hanya berupa revitalisasi saja tidak mengubah fasad-fasad yang sudah ada.

“Apartemen adalah masa depan perumahan kota Bandung, “ ucap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil baru-baru ini. Keterbatasan lahan di kota Bandung ini menjadi factor utama mengapa perumahan untuk masyarakat tidak bias dipenuhi lagi dengan landed house. Sebab itu, pengembangan apartemen di kota Bandung kini masif, khususnya di kawasan Bandung Timur terutama di sepanjang Jl. Soekarno-Hatta arah timur.

Ucapan Emil, demikian panggilan akrab Ridwan Kamil, tentu tidak hanya isapan jempol. Pihaknya kini gencar menyiapkan terlebih dulu sarana transportasi masal dan akses jalan yang lebih baik. Beberapa ruas jalan menuju kawasan Bandung Timur tersebut antara lain Jl. Soekarno-Hatta, Jl. Buah Batuse lepas pintu tol, Jl. Moh. Toha setelah pintu tol, Jl. Raya Cibiru hingga Cileunyi. Kemudian ada satu lagi yang mendukung akses ke kawasan Bandung Timur, yakni pintu gerbang tol Km 149 yang akan segera dibuka sebagai interchange menuju kawasan Gedebage.

Mengenai permintaan akan hunian apartemen, baik kelas rumah susun (rusun) maupun apartemen mewah, Yana mengatakan untuk wilayah Bandung masih tinggi. Hal itu terlihat dari laris manisnya unit apartemen yang dipasarkan meski bentuk bangunan fisiknya belum jadi.

Yana juga menyebutkan permintaan dan tingkat hunian tinggi, sementara pasokan stabil. Ini menandakan bahwa pasar properti Bandung masih bergairah. Aturan pengetatan pinjaman atau loan to value (LTV), pengetatan kredit, kenaikan suku bunga, bahkan pelarangan KPR inden untuk rumah kedua dan seterusnya, memang relatif mengganggu penjualan, tapi transaksi tidak terlalu menurun. Sementara konsumen diketahui lebih banyak meminati apartemen kelas menengah dengan harga antara 500 juta hingga 1 miliar rupiah.

“Prospek Bandung masih sangat bagus. Permintaan masih tetap tinggi di semua kelas apartemen,” ujar Yana.

Tidak ada yang salah dengan pembangunan apartemen, sejauh berada di zona yang ditentukan dan masyarakat terus diedukasi bahwa tidak salah tinggal di apartemen. “Apalagi nanti akan ada Bandung Teknopolis di Gedebage,” tegasnya.

Dengan fakta tersebut lengkap sudah bahwa Bandung selain sebagai tujuan wisata juga akan menjadi tujuan investasi properti. Mengutip data yang dilansir Area Analytics Urbanindo.com, sejak April 2012 hingga Februari 2013, pemasaran properti untuk daerah Bandung setiap bulannya selalu meningkat. Pada akhir Februari 2013, total properti yang dipasarkan mencapai 6.676 unit, terdiri dari rumah sebanyak 4.847 unit,  893 kavling, 375 ruko, 175 apartemen dan 35 vila.

Kenaikan sangat signifikan terjadi untuk property jenis rumah dan apartemen. Pada Januari 2014 sedikitnya ada 9.753 unit rumah yang dipasarkan atau naik 130% dibandingkan data kuartal pertama 2013 yang tercatat sebesar 4.847 unit. Sedangkan untuk apartemen meningkat 11 kali lipat dari 175 unit menjadi 1.920 unit.

Beradu Cepat

Kini para pengembang tengah beradu cepat membangun apartemen di kawasan Bandung Timur. Beberapa yang sudah berdiri di wilayah Bandung Timur antara lain  The Suites @Metro Apartemen yang terletak di Jl. Soejarno-Hatta. Sebuah kompleks seluas 10.515 m2, dengan tiga tower setinggi 18 lantai yang terbagi dalam lima blok dan terdiri dari 1.717 unit. Ada juga Emerald Sanggar Hurip yang terdiri dari 1.372 unit. Serta Taman Sari Panoramic di Kecamatan Rancasari, yang berdiri di atas lahan seluas 4.143 m2, dengan tinggi 25 lantai dan terdiri dari 730 unit.

Ada pula proyek yang masih dalam tahap penyelesaian, yakni The Newton yang terdiri dari dua tower apartemen setinggi 29 dan 26 lantai, serta kondotel setinggi 23 lantai yang dilengkapi Convention Hall luas, perkantorandan alfresco (tempat hang out). The Newton berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektar yang terletak di persimpangan Jl. Buah Batu dan Jl. Soekarno-Hatta. Ada pula yang sudah diluncurkan yakni Parahyangan City Bandung, kemudian Grand Pinus Regency Superblock dengan satu tower 18 lantai untuk kondotel dan satu tower 32 lantai untuk apartemen.

Tak ketinggalan, Margahayu Land dalam waktu dekat di lokasi kantornya Jl. Soekarno Hatta seluas 8.000 m2 akan memulai pembangunan M’Penthouse yang terdiri dari bangunan lima lantai untuk perkantoran dan komersial, serta bangunan 20 lantai untuk apartemen sebanyak 326 unit. Pembangunan M’Penthouse yang ditujukan untuk mengisi kebutuhan perumahan warga Bandung serta mengisi kebutuhan ruang kantor untuk bisnis. M’Penthouse dibangun sejalan dengan pengembangan kawasan Bandung Timur sebagai Teknopolis City.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Wika Realty (Wika Group) Budi Sadewo Sudiro mengatakan, Bandung merupakan pasar potensial untuk mengembangkan apartemen kelas menengah karena makin sempitnya lahan untuk perumahan horisontal di Bandung.

“Apartemen menjadi alternatif masyarakat kelas menengah dan atas untuk mendapat hunian di tengah kota Bandung, terutama yang range harganya Rp160 juta-Rp280 jutaan,” katanya.

Wika Realty sendiri sejak 2012 lalu telah membangun Tamansari Panoramic Apartment di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Menurut Budi, kawasan Bandung Timur akan menjadi pilihan konsumen apartemen. Maka dari itu, sejumlah pengembang properti membidik kawasan tersebut.

“Pasarnya memang luar biasa. Waktu masih ground breaking saja, 50% dari 700 unit apartemen yang kami pasarkan sudah berhasil diserap,” tuturnya.

Tak hanya Wika, pengembang besar seperti Agung Podomoro Land atau Summarecon Agung juga telah melakukan ekspansi ke kota ini.

Nah, siapa yang unggul dalam adu cepat merebut pasar apartemen di Bandung Timur? Kita lihat saja nanti. Namun yang pasti, kalangan pengembang selalu sigap mengantisipasi pasar. Para praktisi sektor properti juga menyebut bahwa properti di Bandung belum mencapai puncaknya dan masih akan terus menggeliat hingga beberapa tahun mendatang dengan pertumbuhan rata-rata 15% per tahun. Kini, tinggal konsumen dan investor untuk cermat belanja apartemen di Bandung Timur. Cepi Husada