Senin, 16/02/2015

72,20% Konsumen Membeli Rumah dengan Fasilitas KPR

-jktproperty.com
Share on: 547 Views
72,20% Konsumen Membeli Rumah dengan Fasilitas KPR
Foto: Ist.
ANDALKAN KPR: Survei konsumen perumahan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) yang dipublikasikan akhir pekan lalu mengungkapkan bahwa 72,20% konsumen perumahan di Indonesia membeli rumah tipe kecil dengan cara memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan dengan range suku bunga KPR antara 9%-12%.

JAKARTA, jktproperty.com – Survei konsumen perumahan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) yang dipublikasikan akhir pekan lalu mengungkapkan bahwa 72,20% konsumen perumahan di Indonesia membeli rumah tipe kecil dengan cara memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan dengan range suku bunga KPR antara 9%-12%.

Namun sayangnya, survei BI tidak mengungkapkan bagaimana kecenderungan konsumen pada rumah menengah dan rumah besar, seberapa besar persentase konsumen yang menggunakan fasilitas KPR perbankan dalam pembelian rumah [menengah dan besar].

Bank Indonesia juga mengungkapkan terjadi kenaikan penyaluran KPR perbankan selama kuartal IV-2014, yakni sebesar 1,68% atau meningkat menjadi Rp314,6 triliun dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara dari total KPR yang disalurkan perbankan Oktober s/d Desember 2014 sebanyak 14,65% masyarakat berpenghasilan rendah terlihat memanfaatkan Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah. Pencairan FLPP selama 2014 mencapai Rp4,65 triiun atau lebih besar dibandingkan target semula sebesar Rp4,5 triliun.

BI juga menyoroti terjadinya percepatan penyaluran FLPP pada kuartal IV-2014 sebesar 63,27% dari total dana FLPP yang dianggarkan.

Bunga KPR BTN Turun

Suku bunga KPR yang berlaku saat ini masih tergolong tinggi karena mencapai 13%-14% di pasaran. Ada bank yang menawarkan suku bunga KPR di bawah itu, namun berlaku di tahun pertama saja dan setelah periode fixed rate tersebut berakhir, konsumen akan terkaget karena selisih bunga promo dengan bunga pasar cukup tinggi.

Direktur Bank BTN Mansyur A. Nasution mengatakan BTN berencana menurunkan suku bunga KPR-nya hingga 400 basis point atau mencapai 4%. Penurunan berlaku untuk bunga subsidi maupun non subsidi, hanya saja yang dimaksud dengan bunga subsidi yaitu bunga KPR yang disubsidi oleh pemerintah yang KPR-nya sudah berjalan sejak lama.

“Jadi bukan produk FLPP , kalau ini bunganya sudah ditentukan 7,25%. Ini produk subsidi yang lama yang dipasar sekarang bunganya bisa mencapai 10%, ini akan kita turunkan. Termasuk KPR non-subsidi, kalau dirata-rata penurunannya sekitar 200 basis point atau 2%,” katanya kepada wartawan usai membuka Indonesia Property Expo 2015 di JCC, Jakarta akhir pekan lalu.

Dia mengakui kompetisi produk KPR memang cukup ketat, sehingga Bank BTN akan terus melakukan upaya agar produk KPR-nya bisa lebih menarik. Terkait soal bunga promo yang rendah, Bank BTN tidak mau melakukan itu sehingga bunga promo untuk realisasi KPR baru di Bank BTN mencapai 11,5% untuk tahun pertama. (EKA)