Selasa, 25/02/2020

70 Tahun BTN: Usia Boleh Kolonial, Selera dan Spirit Harus Milenial

-jktproperty.com
Share on: Facebook 409 Views
70 Tahun BTN: Usia Boleh Kolonial, Selera dan <em>Spirit</em> Harus Milenial
Ilustrasi
HUT BTN KE-70: Satu hal yang patut diacungkan jempol terhadap BTN adalah daya adaptif bank ini yang sangat tinggi terhadap perkembangan zaman. Di era disrupsi digital di mana milenial menjadi kelompok umur yang sangat diperhitungkan, BTN sebagai bank yang tidak bisa menanggalkan sejarahnya sebagai ‘bank kolonial’, ternyata punya rasa atau selera yang sangat milenial, terutama dalam hal menggaet generasi muda milenial untuk lebih akrab dengan perbankan dan pembiayaan perumahan.

9 Februari 2020 usia Bank Tabungan Negara (BTN) genap 70 tahun. Didirikan dengan nama Bank Tabungan Pos, BTN punya sejarah panjang di republik ini, di mana cikal-bakalnya adalah ketika pemerintahan kolonial Belanda mendirikan Postpaarbank di Batavia [nama lain Jakarta] pada 1987. Jadi, kalau mau dihitung sejarah pendiriannya sejak zaman kolonial Belanda, usia BTN tahun ini sudah 123 tahun, hampir satu seperempat abad. Dalam peta perbankan nasional, usia BTN bukan lagi masuk kategori ‘bau kencur’, melainkan usia yang sudah sangat matang mengarungi pasang surut dan dinamika dunia perbankan di Tanah Air.

Satu hal yang patut diacungkan jempol terhadap BTN adalah daya adaptif bank ini yang sangat tinggi terhadap perkembangan zaman. Di era disrupsi digital di mana milenial menjadi kelompok umur yang sangat diperhitungkan, BTN sebagai bank yang tidak bisa menanggalkan sejarahnya sebagai ‘bank kolonial’, ternyata punya rasa atau selera yang sangat milenial, terutama dalam hal menggaet generasi muda milenial untuk lebih akrab dengan perbankan dan pembiayaan perumahan.

Sebelum terlalu jauh, perlu digaris tebal dahulu siapa sih yang dimaksud dengan generasi milenial? Untuk mengetahui hal itu diperlukan kajian literatur dari berbagai sumber yang merupakan pendapat beberapa peneliti berdasarkan rentang tahun kelahiran. Dari referensi yang ada, istilah milenial pertama kali dipopulerkan William Strauss dan Neil dalam bukunya yang berjudul “Millennials Rising: The Next Great Generation” yang terbit tahun 2000.

Mereka menciptakan istilah ini tahun 1987, yaitu pada saat anak-anak yang lahir pada tahun 1982 masuk pra-sekolah. Saat itu media mulai menyebut sebagai kelompok yang terhubung ke milenium baru di saat lulus SMA di tahun 2000. Pendapat lain dipaparkan Elwood Carlson dalam bukunya yang berjudul “The Lucky Few: Between the Greatest Generation and the Baby Boom” (2008), generasi milenial adalah mereka yang lahir dalam rentang tahun 1983 sampai dengan 2001. Jika didasarkan pada “Generation Theory” oleh Karl Mannheim pada 1923, generasi milenial adalah generasi yang lahir pada rasio tahun 1980 sampai dengan 2000. Generasi milenial juga disebut sebagai generasi Y.

BTN sadar benar bahwa saat ini dan di masa mendatang milenial alias kelompok penduduk berusia 20-34 tahun atau mereka yang lahir pada 1982 hingga 2000-an merupakan pasar KPR yang sangat potensial. Kalau mau melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) kelompok usia ini setidaknya menyumbang 23,95% dari total populasi Indonesia pada 2018 dimana total jumlah penduduk mencapai 265 juta jiwa. Pada 2019, jumlah mereka diproyeksi sebanyak 23,77% dari total populasi Indonesia yang mencapai 268 juta jiwa.

Sementara kalau mengacu pada data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), jumlah populasi penduduk kategori generasi milenial di Indonesia mencapai 90 juta orang. Jumlah itu lebih dari sepertiga jumlah penduduk negeri ini. Sedangkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyebutkan saat ini jumlah penduduk generasi milenial diperkirakan sebanyak 30% dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlahnya pada 2020 bahkan diperkirakan akan mencapai sekitar 60% dari total populasi penduduk Indonesia.

Apapun data yang mau kita pakai, generasi milenial tengah menjadi bidikan para pelaku bisnis di Tanah Air, tak terkecuali bisnis perbakan. Pasalnya, seperti diungkapkan Kementerian PUPR, ada sebanyak 81 juta milenial di Indonesia yang belum memiliki hunian dan merupakan potensi besar pasar perumahan. Pada umumnya, generasi milenial adalah generasi yang lebih memprioritaskan rumah layak huni berkualitas berupa apartemen atau hunian di pusat kota yang terintegrasi dengan simpul transportasi umum dan memiliki kemudahan dalam akses internet.

KPR Gaeesss, KPR-nya Milenial

Melihat potensi pasar milenial yang sangat besar, di awal Oktober 2018, BTN mengembangkan fitur produk yang dapat memenuhi kebutuhan hunian generasi millenial yang menjadi segmen potensial dan merupakan usia penduduk produktif dengan komposisi dominan dari penduduk Indonesia. BTN melihat bahwa milenial punya karakteristik cenderung untuk tidak berinvestasi/menabung, memilih untuk hal yang lebih cepat dan ringkas, memiliki ketergantungan terhadap teknologi informasi, mobile dan media sosial, fokus pada hobi dan traveling serta bekerja pada sektor-sektor ekonomi kreatif. Dari karakteristik milenial itu BTN memunculkan satu produk kredit pemilikan rumah (KPR), yakni “KPR Gaeesss!”.

Dalam hal penyaluran KPR, fokus BTN memang harus diarahkan pada kelompok milenial, mengingat milenial diprediksi akan mendominasi penduduk Indonesia pada tahun 2020 nanti dan sekaligus menjadi penggerak ekonomi nasional hingga tahun 2030. Sesuai dengan sasarannya, KPR Gaeess! diracik menyesuaikan kebutuhan dan karakter generasi milenial yang ingin mendapatkan hunian murah, baik rumah tapak dan apartemen secara cepat, mudah dan terjangkau. KPR Gaeesss! memberikan kemudahan, dari awal pengajuan aplikasi KPR atau KPA, dan biaya yang terjangkau untuk uang muka, biaya provisi dan administrasi.

Keunggulan utama BTN memasukkan biaya proses KPR dalam plafon kredit dan nasabah tidak perlu mengendapkan dananya di rekening sementara suku bunga kredit yang diberikan hanya 8,25% fixed selama 2 tahun. Selain itu, uang muka atau down payment yang dibutuhkan minimal 1% (khusus untuk debitur KPR rumah pertama), BTN juga memberikan diskon biaya provisi maupun administrasi sebesar 50%. Biaya-biaya proses KPR tersebut akan dimasukkan dalam plafon kredit. Generasi milenial ini sangat kritis khususnya dalam melakukan investasi jadi KPR harus dibuat customize atau tailormade sesuai dengan karakter mereka.

Kemudahan yang lain adalah program KPR Gaesss! merupakan program yang dikemas bersama dengan KPR Zero, artinya debitur bisa mendapatkan cuti membayar utang pokok hingga 2 tahun. KPR Gaeesss! juga memberikan pilihan tenor kredit yang panjang yaitu 20 tahun untuk KPA dan 30 tahun untuk KPR. Untuk mendapatkan kemudahan tersebut para generasi Y atau milenial yang berminat membeli rumah impiannya hanya disyaratkan masih berusia di antara 21 hingga 30 tahun, memiliki pendapatan/gaji tetap dan minimal sudah bekerja 1 tahun di perusahaan yang sama dan mendaftarkan aplikasi KPR Gaeesss! di www.btnproperti.co.id. Lewat portal tersebut para calon debitur dapat seketika mendapatkan persetujuan izin prinsip KPR Gaeesss!.

BTN juga memberikan kemudahan proses KPR kepada generasi milenial, bahkan buat yang masih berusia 18 tahun. Syaratnya, sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan. Kemudahan ini karena BTN ingin milenial berkesempatan punya rumah sejak muda, jangka waktu cicilan KPR dibuat puluhan tahun (30 tahun) sehingga besar cicilannya pun rendah alias sangat terjangkau oleh milenial.

Program KPR untuk milenial yang ditawarkan BTN didukung kebijakan Bank Indonesia (BI) merelaksasi loan to value (LTV) yang berlaku sejak 1 Agustus 2018. Dampaknya cukup positif dimana generasi milenial yang dikenal tidak tertarik beli properti ini dilaporkan kini banyak yang beli rumah melalui KPR dengan uang muka nol rupiah.
Pada acara puncak HUT KPR ke-42 yang jatuh pada 10 Desember 2018, BTN juga tidak mau ketinggalan momentum memfokuskan pembiayaan KPR pada generasi milenial dengan mengangkat tema “Spirit of KPR Growing with Millenials”. Tema ini tentu bukan tema yang sembarangan diambil karena memang sekarang ini dan ke depan pasar KPR akan didominasi generasi milenial. Inilah yang sudah dan harus terus diantisipasi BTN.
Concern BTN pada milenial juga tak terbatas pada menawarkan KPR saja atau dari sisi demand-nya, melainkan dari sisi supply, dimana BTN mengajak milenial menjadi entrepreneur di bidang properti lewat pelatihan atau workshop yang disiapkan Housing Finance Center (HFC) BTN.

Pengembangan bisnis properti di tahun-tahun mendatang tidak akan lepas dari peran milenial, baik dari sisi supply dan demand, sehingga pelaku bisnis properti dan perbankan harus dapat mengatur strateginya menyesuaikan dengan “selera” milenial.

Nah, untuk memotret apa yang menjadi selera milenial, BTN melalui HFC melakukan riset terhadap 374 responden dari generasi milenial, sebanyak 43% menginginkan rumah satu lantai yang tidak terlalu luas dengan halaman dan hanya sebesar 29% yang menginginkan rumah satu lantai berukuran cukup luas tanpa halaman. Sementara sisanya menginginkan rumah dua lantai. Sedangkan dari sisi harga properti, sama halnya dengan generasi lain, rumah dengan harga terjangkau menjadi pilihan utama 46,8% responden, sementara pemilihan properti berdasarkan lokasi hanya menjadi sasaran utama bagi sekitar 36,6% responden.

Dari riset HFC itu terlihat jelas bahwa milenial masih membutuhkan rumah tapak untuk mereka jadikan tempat tinggal atau investasi dan harganya harus terjangkau. Jadi tidak benar kalau milenial tidak memikirkan hunian.
BTN optimistis dengan strategi yang ada akan dapat menggapai demand milenial dari seluruh lapisan masyarakat seperti masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kelas menengah maupun kelas atas dengan tidak meninggalkan generasi lainnya seperti generasi X atau bahkan baby boomers.

Sejak di-launch pertama kali pada Oktober 2018 dan di-relaunch pada awal Januari 2020 dengan nama “KPR Gaeess for Millenials”. Berbagai strategi terus dilancarkan, salah satunya menawarkan aplikasi BTN Properti Mobile versi Android dengan berbagai kemudahan berbasis teknologi bagi generasi milenial yang tech-savvy. Lewat aplikasi anyar tersebut, milenial dapat mengajukan KPR lewat ponsel android mereka.

Boleh dikatakan hingga kini BTN leading dalam hal pembiayaan perumahan bagi milenial. Sampai dengan November 2019, penyaluran KPR Gaeesss! sudah mencapai Rp9,3 triliun. Pada 2020 BTN bahkan menargetkan mampu membiayai KPR generasi milenial melalui KPR Gaeesss for Millenials sebesar Rp11 triliun.
Untuk capai target itu, bank ini banyak melakukan sinergi dengan pengembang terutama dengan BUMN yang membangun hunian berbasis transit oriented development (TOD) dan light rail transit (LRT) yang sesuai dengan kebutuhan para milenial serta bekerjasama dengan banyak institusi dalam pemenuhan rumah untuk karyawan, terutama generasi milenial.

Potensi Besar KPR Ada di Kota Besar

BTN melihat potensi pasar terbesar untuk pemasaran KPR Gaeesss for Millenials adalah di kota-kota besar di Indonesia. Alasannya, di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan Makassar dihuni oleh masyarakat urban yang didominasi generasi milenial.

Pada tahun 2020, tahun dimulainya bonus demografi, generasi milenial berada pada rentang usia 20 tahun hingga 40 tahun atau termasuk usia produktif dan mereka akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Tiga tahun menjelang era tersebut terjadi (2017), jumlah generasi milenial sudah dominan dibandingkan generasi lainnya. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS 2017, jumlah generasi milenial mencapai sekitar 88 juta jiwa atau 33,75% dari total penduduk Indonesia.

Proporsi tersebut lebih besar dari proporsi generasi sebelumnya seperti generasi X yang (25,74%) maupun generasi baby boom ditambah veteran (11,27%). Demikian juga dengan jumlah generasi Z baru mencapai sekitar 29,23%.
Dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, persentase generasi milenial di perkotaan lebih tinggi dibandingkan di daerah perdesaan. Ada sekitar 55% generasi milenial yang tinggal di daerah perkotaan. Jumlah ini mengikuti pola penduduk Indonesia pada umumnya yang mulai bergeser dari masyarakat pedesaan (rural) ke masyarakat perkotaan (urban). Sekali lagi, dalam hal pembiayaan perumahan, pasar terbesar di masa mendatang memang ada di tangan milenial dan BTN telah mengantisipasi semua itu dan siap menjadi leader di pasar pembiayaan perumahan, di mana milenial akan menjadi pasar utamanya. Usia boleh saja kolonial, tapi selera dan spirit-nyatetap harus milenial. Dirgahayu Bank BTN ke-70. (Deddy H. Pakpahan)