Rabu, 07/06/2017

2 Proyek Hunian Wika Realty Tertunda Akibat Perizinan

-jktproperty.com
Share on: 340 Views
2 Proyek Hunian Wika Realty Tertunda Akibat Perizinan
Foto: Ist
PROYEK WIKA REALTY: PT Wika Realty menyiapkan dua proyek di Bandung dan Jakarta yang akan diluncurkan pada awal semester kedua tahun ini. Hunian vertikal Taman Sari di Bandung dan hunian transit oriented development (TOD) di Jakarta harusnya diluncurkan pada semester pertama tahun ini. Namun tertunda akibat proses perizinan.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Wika Realty menyiapkan dua proyek di Bandung dan Jakarta yang akan diluncurkan pada awal semester kedua tahun ini. Hunian vertikal Taman Sari di Bandung dan hunian transit oriented development (TOD) di Jakarta harusnya diluncurkan pada semester pertama tahun ini. Namun tertunda akibat proses perizinan.

Agung Salladin, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis PT Wika Realty, mengatakan hunian vertikal Taman Sari di Bandung dan hunian transit oriented development (TOD) di Jakarta harusnya diluncurkan pada semester pertama tahun ini. “Persoalan perizinan membuat kedua proyek itu harus ditunda hingga semester kedua tahun ini,” katanya, Rabu (7/6).

Agung menuturkan perusahaan melihat peluang pengembangan properti masih terbuka lebar di dalam negeri, karena kebutuhan yang tinggi seiring dengan kenaikan jumlah penduduk, ekonomi, dan pariwisata. Peningkatan infrastruktur di sejumlah daerah juga ikut mendorong pertumbuhan sektor properti di dalam negeri. Belum lagi rencana pembangunan akses transportasi kereta api cepat Jakarta—Bandung, jalan tol Jakarta—Cikampek tahap II, dan pembangunan light rail train (LRT).

Di Bendungan Hilir, perusahaan menyiapkan Rp4,5 triliun untuk mengembnagkan proyek di atas lahan seluas 1,5 hektare. Perusahaan akan fokus pada proyek yang dapat menambah pendapatan berulang (recurring income) di proyek itu.

Proyek itu akan terdiri atas kawasan niaga, hotel, trade center, dan perkantoran. Saat ini porsi pendapatan berulang anak usaha BUMN ini masih di bawah 10% dengan realisasi sekitar Rp250 miliar. (PIT)